BB Bayiku Nambahnya Minim

Pertanyaan ini sering sekali muncul di benak orang tua, terutama bila anaknya tidak terlihat montok seperti anak tetangga mungkin dan bayi hanya mendapatkan ASI saja/menyusui ekslusif.

Lalu pertanyaan selanjutnya, apakah ASI ibu mencukupi? Atau apakah sebetulnya baik untuk anak.

Ok, dicoba bahas satu-persatu.

Kecukupan ASI sebetulnya sangat mudah dilihat. (1)Bayi usia minimal 6hari, cukup BAK minimal 6x/24jam jernih, disertai (2) kenaikan BB bayi cukup. Dalam artian, bayi<6bulan ada kenaikan BB minimal 20gr/hari atau 600gr/bulan.

Bila hal ini belum terjadi terutama di awal kelahiran bayi, cukup diingat, target bayi ASI BB kembali dari berat lahir adalah saat bayi 2 minggu setelah terjadi penurunan BB yang normal terjadi diawal kelahiran sebanyak 7-10% dari berat lahir yang dikarenakan pemakaian lemak coklat bayi untuk metabolismenya di hari awal kelahirannya.

Bila belum tercapai juga, coba evaluasi menyusunya. Apakah sudah mendapatkan perlekatan/latchOn yang baik? Hal ini dapat dilihat dari : (1)Apakah masih ada keluhan saat menyusui seperti puting lecet, (2)puting ibu berbentuk runcing tidak bulat penuh sehabis menyusui, (3)adanya anak yang menyusu rewel dan sulit sekali mendapatkan perlekatan, (4)anak menyusu lama bisa sampai >30menit namun anak masih rewel, dan lain-lain yang mengindikasikan bayi gagal mendapat perlekatan yang baik, maka bayipun gagal memerah PD dengan optimal, sehingga gagal mendapatkan asupan ASI dengan baik.

BIla masih menemui masalah dalam menyusui terutama dengan perlekatan menyusuinya, saran adalah temui konselor untuk evaluasi ini.

Oh iya, kembali ke pernyataan awal akan anaknya kurang montok. (1)Hmm, tumbuh kembang fisik anak juga mengikuti gen orang tua ya, jadi tidak bisa disamakan. (2)bila anak tetangga mengkonsumsi susu non ASI (susu sapi), tidak bisa disamakan kembali. Karena anak manusia untuk mencapai 2x beratbadannya dibutuhkan waktu minimal 6bulan, namun untuk anak sapi hanya membutuhkan waktu 6minggu. Inilah kenapa, anak manusia yang mengkonsumsi protein susu sapi, akan mempunyai porsi tubuh yang cenderung besar. Namun cukup diingat, BB ideal lah yang dikejar, karena gemuk bukan berarti sehat ya. Walau tidak menutup kemungkinan anak ASI dapat tumbuh besar dan montok, namun untuk kasus ini, kembali tidak perlu dikuatirkan, karena selama ASI saja, tidak masalah, dan seiring usia bayi dengan aktifitasnya, tubuh bayi akan tidak menjadi terlalu besar.

Bagaimana dengan pertanyaan yang mengikutinya? Sebetulnya ASI ibu cukup tidak? Atau berkualitas atau tidak?

Bila perlekatan baik, anak mendapat asupan dengan baik, perangsangan saat bayi menyusu kepada otak ibu untuk memproduksi ASI dan mengalirkan ASI baik, maka ASI pasti cukup. Karena teorinya, 1 kepala bayi cukup hanya dari 1 PD saja. Jadi kita sebagai manusia yang sudah diberikan anugrah 2 PD, adalah lebih dari cukup untuk bayi kita yang lahir kebanyakan hanya 1. Inilah kenapa ibu dengan bayi kembar pun dapat menyusui dengan ekslusif bayinya, tidak kekurangan. Karena, selama bayi menyusu langsung dengan perlekatan baik (bayi tidak kenal dot/kempeng yang beresiko membuat jadi bingungputing), rangsangan produksi dan pengaliran ASI baik, ASI seperti sungai mengalir tidak akan habis. Sambil di habiskan, sambil diproduksi dan dialirkan terus.

Untuk kualitas, selama ibu bisa mendapatkan asupan sehari 3x gizi seimbang, kualitas ASI tidak akan terkalahkan. Karena, ibu status kurang gizi saja hanya turun kuantitas bukan kualitas, dan ibu status gizi buruk, hanya turun kualitas lemak, tidak protein lainnya.

Untuk pertumbuhan anak, coba dibantu di plot ke kurva pertumbuhan WHO. Pengukuran minimal 3x sudah bisa merepresentasikan bagaimana kondisi pertumbuhan anak. Dan bila masih dalam batas normal, tidak ada yang perlu dikuatirkan.

Semoga Bermanfaat

Posisi Cross Cradle Untuk LatchOn/Perlekatan Menyusui Ok

Saat menyusui diawal kelahiran usia bayi, ada cara yang harus dilakukan untuk mendapatkan latchOn optimal. Sehingga bila perlekatan benar didapatkan, bayi dapat memerah ASI dengan optimal, dan ibupun menyusui dengan nyaman karena terhindar dari lecet/luka pada puting.

Untuk menyusu awal, dan mendapatkan perlekatan yang baik, dari berbagai macam posisi yang ada saat menyusui, posisi cross cradle adalah yang direkomendasikan. Hal ini sangat efektif untuk memasukkan areola seoptimal mungkin kedalam mulut bayi, karena prinsip menyusu yang merupakan “lidah perah areola” bukan hanya sekadar menghisap putting.

Sebagai bayangan awal, ini merupakan posisi cradle

cradle hold

cradle hold

Nah, posisi cross cradle artinya, bayi menyusu di PD kanan, namun tangan ibu yang menyangga adalah dengan tangan kiri, atau sebaliknya.

Langkah ini dilakukan, agar ibu dapat lebih mengkontrol dan membantu untuk memasukkan areola seoptimal mungkin kedalam mulut bayi.

cross cradle tampak depan

cross cradle tampak depan

Langkah berikutnya,

1. Jari telunjuk dan ibu jari membentuk huruf C untuk mengecilkan arela menjadi sejajar dengan mulut bayi

2. Puting di oleskan ke hidung dan philtrum (cekungan diatas mulut bayi) agar bayi membuka mulutnya lebar

3. bersamaan, masukkan areola kedalam mulut bayi dan dorong bayi maju untuk mendapatkan areola

mengecilkan areola dengan cross cradle

mengecilkan areola dengan cross cradle

Setelah mendapatkan perlekatan yang baik, baru letakkan tangan kanan ibu dibawah badan bayi sebagai penyangga, dan kembali pada posisi cradle.

Bila perlekatan lepas, lakukan kembali langkah awal menggunakan posisi cross cradle

cradle hold dari sisi samping

cradle hold tampak samping

Semoga membantu and selamat menyusui

 

 

Memerah Payudara Dengan Tangan

Cara mempertahankan atau meningkatkan produksi ASI adalah dengan 2 cara yang paling mendasar :

  1. Perangsangan benar (menyusu perlekatan/latchOn) benar
  2. Pengosongan payudara rutin dengan anak menyusu langsung maupun dengan perah manual/pompa payudara.

Dalam tulisan ini, saya akan coba berbagi info akan pengosongan payudara dengan cara perah tangan manual.  Dimana berbagai keuntungan dan kemudahan didapatkan ibu. Seperti :

-          Cukup membawa wadah bersih saja

-          Tidak repot harus membawa berbagai peralatan pompa

-          Tidak repot mencari tempat membersihkan/mensterilkan pompa setelah digunakan

-          Tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli alat pompa

Apakah sulit untuk dilakukan? Tidak jawabannya,  bila mengerti bagaimana tehniknya yang benar. Kombinasi pemijatan dan perangsangan yang benar yang merupakan tehnik inti dari pengeluaran ASI secara manual.

Pijat sederhana dan kompres hangat payudara sebelumnya dapat dilakukan untuk membantu kenyamanan ibu juga untuk melancarkan pengeluaran ASI. Pijat sederhana dilakukan dengan gerakah sirkular/memutar pada payudara diluar daerah areola dan puting, dari arah pangkal payudara sampai batas kulit-areola.

Massage gerakan sirkular/memutar, dari pangkal PD ke batas areola

Massage gerakan sirkular/memutar, dari pangkal PD ke batas areola

Hal ini untuk menghancurkan kemungkinan adanya sumbat ASI pada saluran payudara.  Lalu kompres hangat untuk membuka jaringan dan saluran payudara.

Selanjutnya kita lakukan pemerahan payudara menggunakan tangan secara manual yang dinamakan tehnik marmet. Caranya :

Letakkan 2 jari (telunjuk dan ibu jari) diluar areola dekat batas antara kulit dan areola seperti membentuk huruf C dengan posisi tegak lurus.  (contoh dibawah adalah membentuk jam 6-12)

Posisi jari huruf C benar

Posisi jari huruf C benar

Posisi tangan tidak dianjurkan yang memutar seperti ini, dalam artian tidak berjarak 180 derajat/tegak lurus diantaranya

posisi jari C salah

posisi jari C salah

Lalu bawa dan tekan jari ke bagian dada seperti meregangkan jari (untuk ibu dengan payudara besar bagian bawah payudara dapat ditopang dengan telapak tangan yang lain)

regangkandan perlahan dorong kedua jari kearah depan, seperti memijat/mendorong ASI yang terkumpul dikelenjar susu yang terletak dibawah ke2 jari tersebut.

pushLakukan secara teratur, dan pastikan keseluruh bagian kelenjar payudara terperah. Bila habis di Jam 6-12, berpindah ke jam 2-8, 4-10.

Tidak disarankan memijat areola saja, tanpa gerakan meregangkan dan mendorong, begitu juga dengan gerakan memeras payudara dari pangkalnya. Bila cara memerah benar, ibu tidak akan merasa sakit.

Pemilihan pengosongan payudara menggunakan perah manual dengan tangan maupun dengan pompa payudara, adalah murni kenyamanan ibu. Hanya disarankan tidak menggunakan pompa payudara seperti ini yang tidak direkomendasikan, karena tekanan pompa tidak bisa di ukur dan dapat menyebabkan rusaknya jaringan payudara, dan ASI dapat masuk kedalam bola karet melalui lubang yang terdapat pada bola karet, namun tidak dapat disterilkan sehingga beresiko menjadi sarang kuman.

pompa asi unrecommend 2Semoga Bermanfaat

Fisiologi Menyusui

Semua ibu yang bisa hamil, pada hakikatnya bisa menyusui karena ASI berproduksi sejak kehamilan usia 20minggu. Hal ini adalah sejalan dengan laktogenesis (pembentukan ASI) tahap 1 dalam ilmu fisiologi manusia. Dimana ini adalah suatu hal yang mutlak, tidak terpengaruh dengan bentuk puting, maupun besar-kecilnya payudara dalam kondisi normal kecuali memang ada kondisi khusus yang jarang sekale ditemukan, dimana payudara tidak berkembang semestinya sejak masa pubertas dan juga saat hamil. Besar-kecil payudara tidak berpengaruh, karena jumlah sel susu semua wanita dewasa pada umumnya adalah sama, dan dapat memproduksi ASI yang sama banyaknya bergantung dengan rangsangan dan manajemen ASI yang benar. Dan untuk bentuk puting juga tidak berpengaruh pada keberhasilan menyusui karena menyusu pada hakikatnya adalah lidah memerah areola dan bukan menghisap puting, dan akan dijelaskan pada judul perlekatan di pembahasan selanjutnya.

Walau ASI sudah berproduksi sejak hamil 20minggu, namun tidak keluar dari payudara, atau hanya keluar setetes-setetes yang ditemui saat hamil semakin besar adalah karena adanya hormone kehamilan yang menahannya, dan hormone kehamilan ini berpusat pada ari-ari. Dimana saat ibu melahirkan, dan ari-ari ibu lepas dari rahim, lalu kadar hormone kehamilan yang turun, maka ASI dapat keluar dari payudara Ibu. Namun terdapat jeda sampai 3hari atau 72 jam pasca bersalin, karena sisa hormon kehamilan yang masih tersisa di pembuluh darah ibu dan akan semakin hilang dalam jangka waktu 3 hari pasca bersalin.

Laktogenesis tahap selanjutnya adalah sejak bayi lahir hingga bayi berusia 72jam. Dan dalam waktu ini diharapkan untuk bayi dan ibu berkontak kulit dan kulit dan bayi menyusu dengan perlekatan benar untuk merangsang payudara ibu memproduksi ASI dan mengalirkan ASI paling tidak setiap 2jam sekali dan dilakukan selama 15-30menit untuk setiap periode karena hal ini sangat mempengaruhi keberhasilan menyusui selanjutnya.

Bila 3 hari awal ini bayi sepertinya tidak mendapat asupan apa-apa karena ASI belum keluar saat payudara di tekan oleh tangan, ibu baru lahir tidak perlu kuatir. Karena, bayi dengan usia kehamilan cukup bulan, sudah mempunyai lemak coklat yang akan dipakai untuk metabolisme tubuhnya selama 3 hari pertama kehidupan. Lagipula, dengan bayi mencoba menyusu setiap paling lama 2jam sekali itu, bayi mendapatkan ASI yang memang sudah produksi sejak ibu hamil, 1-2 tetes sudah mencukupi kebutuhannya, dengan ukuran lambung bayi yang hanya <5cc selama 3 hari pertama.

Menyusu pada bayi dan menyusui pada ibu adalah suatu proses pembelajaran. Seperti halnya merangkak dan berjalan pada bayi. Bila periode belajar ini diinterupsi, bayi akan lebih sulit berhasil menyusui. Contohnya adalah bila diinterupsi dengan pemberian dot dimana adalah mekanisme yang berbeda dengan menyusu payudara langsung. Hal ini dapat menghambat keberhasilan menyusu, sehingga menghambat proses perangsangan payudara untuk memproduksi ASI dengan optimal, dan akan menghambat keberhasilan menyusu dan menyusui.

Jadi, 3 hari awal usia bayi, cukup kontak kulit dan kulit ibu – bayi, dan lakukan percobaan menyusui setiap paling lama 2 jam sekali dengan perlekatan benar, akdalah hal yang paling mendukung keberhasilan menyusui.

Mitos Bikin Gagal ASIX

Ada beberapa kepercayaan atau mitos yang sering sekali beredar di masyarakat dan sayangnya ini bikin gagal ASIX. Sebetulnya yang benar bagaimana ya?.. yuk dibahas satu persatu

Kalau ga punya puting atau putingnya rata, tidak bisa menyusui

Anggapan ini adalah tidak benar. Karena sebetulnya, mekanisme menyusui adalah lidah memerah areola, bukan menghisap putting. Justru apabila bayi hanya menyusu diputing, ASI tidak akan keluar atau keluar hanya sedikit, menyusu tidak optimal, dan bahkan menyebabkan ibu kesakitan, karena lidah hanya memerah puting dapat mengakibatkan lecet dan luka pada puting.

Jadi saat menyusui: masukkan areola (daerah kehitaman di payudara seputar puting) sebanyak-banyaknya kedalam mulut bayi ya, bukan hanya puting saja.

Payudara kecil, tidak bisa menghasilkan cukup ASI

Besar-kecilnya payudara adalah tidak menentukan jumlah sel susu. Karena, sel susu semua wanita dewasa, kurang lebih sama, dan mampu menghasilkan susu yang sama banyak, terutama dengan rangsangan yang tepat. Besar-kecil payudara sendiri hanya dibedakan dengan jumlah lapisan lemak dibawah kulit saja.

Berikan rangsangan yang tepat agar ASI berproduksi optimal, yaitu skin to skin (sentuhan kulit ibu-bayi) dan menyusu langsung dengan benar yaitu memasukkan areola payudara sebanyak-banyaknya kedalam mulut bayi.

Usia 2minggu anak rewel terus dan nangis saja, dikasi pisang saja setengah sendok biar diam.

Tidak disarankan untuk bayi<6bulan mendapatkan asupan lain selain ASI apalagi makanan padat, karena pencernaan bayipun belum siap. Anggapan ini muncul biasanya saat anak usia 2-3minggu, dimana bayi sedang dalam usia mengalami growthspurt (percepatan pertumbuhan) dan menginginkan menyusu lebih sering. Namun, tidak usah kawatir, karena produksi ASI akan mengikuti kebutuhan bayi.

Saat usia 2-3minggu ini, susui semau bayi. Tidak ada patokan setiap 2-3jam sekali, karena bayi bisa minta menyusu setiap 1jam, dan setelahnya mungkin bayi minta menyusu setelah 3jam dan ini adalah variasi normal

Anak menangis terus = ASI kurang

Yang harus dipahami, menangis adalah cara bayi berkomunikasi. Entah bayi kepanasan, kedinginan, popoknya lembab, bayi hanya ingin dipeluk, bayi memang lapar, dan lain-lain. Jadi menangis bukan berarti lapar.

Coba cari tahu, pelajari tangisannya dan ajak bicara bayi, karena bayi dapat diajak berkomunikasi dengan membaca aura kita, tone suara, denyut jantung, dan kenyamanan kita sebagai orang tua. Bila kita rasa tenang, bayipun tidak kuatir dan menjadi tidak rewel.

Berikan air kopi 1 sendok teh agar anak tidak kejang

Kembali diingatkan bahwa rekomendasi bayi usia<6bulan, hanya membutuhkan ASI saja. Kejang yang mungkin timbul pada anak, biasanya dipicu oleh demam tinggi dan hal ini dapat dihindari dengan bayi lebih sering menyusu dan dilakukan skin to skin.

Bila udara sedang panas sekali, sehabis beri ASI berikan bayi air putih

ASI saja bagi bayi sampai usia 6bulan sudah mencukupi kebutuhan bayi hingga 6bulan, dari mulai kebutuhan cairan, kalori, vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya.

Ibu menyusui tidak boleh makan pedes nanti bayinya mencret

Sebetulnya, rasa air ketuban setiap ibu sudah berbeda tergantung asupan ibu. Begitu juga dengan rasa ASI. Bila sejak hamil ibu sudah terbiasa makan makanan pedas, bayi mungkin sudah terbiasa dengan rasa ASI yang aga pedas. Dan hal ini tidak menyebabkan mencret. Mencret pada bayi mungkin lebih karena disebabkan bayi alergi terhadap asupan tertentu, misalkan protein susu sapi (dairy product) yang merupakan penyebab tersering alergi pada bayi.

Jadi bila bayi mencret, coba diingat-ingat sebelumnya asupan ibu apa, lalu coba hindari dan amati. BIla bayi tidak mencret lagi, mungkin ini penyebabnya, bila masih dicari lagi kira-kira penyebab yang lain.

Bayinya sakit, ibunya disuruh minum obat

Asupan ibu memang ada sebagian yang masuk ke ASI, namun untuk obat ternyata hanya ada dalam ASI dengan kadar yang sedikit sekali, sehingga tidak berpengaruh pada bayi. Bila hal ini diterapkan, ibu harus minum obat 50-100kali dosis yang dianjurkan, agar obat mempunyai efek pada bayi, dimana tentunya hal ini tidaklah memungkinkan karena dapat membahayakan kesehatan ibu sendiri.

Ibu menyusui tidak boleh minum air es nanti ASInya dingin

Selama ASI dalam payudara, akan keluar sesuai dengan suhu tubu, tidak akan berpengaruh apakah ibu minum air dingin atau tidak

Karena kena ASI pipi bayi jadi bintik-bintik kemerahan

Hal ini timbul sebetulnya adalah karena reaksi alergi bayi terhadap asupan ibu (biasanya penyebab terbesar adalah protein susu sapi), dan reaksi alergi dapat muncul dimana saja pada tubuh bayi tidak hanya di pipi bayi. Kembali lagi menggunakan tes alergi yang dapat ibu lakukan sendiri. Hentikan asupan tertentu, dan amati reaksi bayi.

Karena ASI sedikit, awal-awal berikan asupan lain sampai ASI banyak

Hal ini sangatlah tidak benar, produksi ASI mengikuti kebutuhan bayi. Saat awal lahir, bayi dengan ukurang lambung hanya 3-5cc, tentunya ibu tidak dapat menghasilkan 20cc ASI. Namun seiring pertumbuhan usia bayi, produksi ASI akan mengikuti selama dirangsang dengan benar, yaitu dengan skin to skin dan sering menyusui langsung. Bila saat awal ini bayi sudah dikenyangkan dan diberikan asupan lain, membuat bayi tidak merangsang payudara ibu, ASI tidak akan produksi secara optimal.

Jadi yang terpenting saat awal kelahiran bayi adalah, skin to skin ibu-bayi, dan sering menyusui langsung agar produksi ASI lancar.

Masih banyak mitos lain yang mungkin beredar di masyarakat, cari informasi yang benar agar meng-ASI-hi tidak terganggu.

Semoga bermanfaat

Peran Ayah Dalam mengASIhi

Keberhasilan ASI salah satunya di tunjang oleh adanya dukungan keluarga dekat. Karena, Ibu ASI tidak bisa berjuang sendiri mengingat adanya perubahan besar dalam hidupnya sebagai Ibu baru terutama, dimana ada mahluk hidup lain titipan Yang Maha Kuasa yang bergantung penuh dengan dirinya.

Menyusui sendiri bergantung kepada 2 hormon utama yaitu hormon prolaktin yang memproduksi ASI dan hormon oksitosin yang mengalirkan ASI. Hormon oksitosin ini adalah hormon yang unik, karena pengeluarannya dapat dipengaruhi oleh emosi seseorang. Sehingga hormone ini dapat disebut sebagai hormone cintanya Ayah dan hormon happy nya ibu. Maksudnya, bila ibu happy, hormone oksitosin lancar, pengeluaran ASI pun lancar tidak ada masalah. ASI dapat keluar sampai memancing LDR (Let Down Reflex) dimana terjadi pancuran ASI atau ASI menetes dari payudara satunya saat payudara yang lain sedang disusui. Namun, akan berlaku sebaliknya. Bila ibu kelelahan, ibu tidak happy, sedang stress, banyak aura atau pikiran negative, walaupun ASI produksi banyak hingga payudara tampak penuh, ASI dapat tidak keluar karena hormon oksitosin tadi tidak mengalir.

Disinilah peran keluarga dekat sangat berperan, terutama Ayah bayi. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh ayah dalam membantu ibu. Dari hal kecil seperti membantu menjagakan si kecil agar ibu dapat berisitirahat agar tidak kelelahan. Mengajak ibu mencari informasi bersama untuk memahami kebutuhan dan perilaku bayi. Memberi support mental dengan , mengajak ibu bercanda saat kelelahan melalui hari-hari memiliki bayi dengan tangisan dan rengekannya, sesekali menemani ibu saat harus bangun malam dan menyusui bayi untuk memberikan dukungan positif, membantu menggantikan popok bayi, memandikan, menimang bayi dan lain-lain. Ini semua dilakukan untuk membantu ibu agar ibu tidak merasa stress, mengalami baby blues syndrome hingga post natal depression, dan kelelahan yang mengakibatkan terjadi masalah dalam pemberian ASI.

Tidak dapat dipungkiri, kehadiran buah hati membutuhkan kehadiran ayah untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mentalnya. Karena ada sisi Ibu yang mengisi juga sisi ayah yang harus menggores bayi yang seperti lembaran kertas putih.

Keberhasilan ASI adalah keberhasilan bersama, tidak hanya ibu-bayi, namun keluarga sekitarnya terutama Ayah bayi. Karena kASIH Ibu dan Ayah adalah anugrah tiada terkira bagi bayi.

ayahASI

Sukses ASI Pada Ibu Bekerja

Bukanlah suatu halangan bagi ibu bekerja untuk tetap dapat memberikan ASI nya sampai bayi berusia 2 tahun. Butir kunci dari keberhasilan ASI adalah :

  1. Informasi cukup
  2. Dukungan keluarga dekat
  3. Manajemen ASI yang benar.

Untuk kasus ibu bekerja, kita gunakan butir kunci yang ke3.

Teorinya, satu kepala bayi yang lahir cukup asupan dengan 1 payudara saja, jadi karena kita sudah dikaruniai 2 payudara, tentunya hal ini adalah lebih dari cukup. Dengan syarat, diatur dengan benar ya.

Saat bayi sudah melalui masa babymoon (2-3minggu sampai 1 bulan), untuk kondisi ibu dan bayi sehat sedari lahir, manajemen ASI sudah mulai dapat dijalankan. Yaitu, menjalankan 1 payudara disusui, dan payudara 1 nya setelah bayi puas menyusu juga dikosongkan dengan perah/pompa.1,5-2 jam lagi saat bayi ingin menyusu , susui bayi dari payudara yang tadi habis di pompa, dan setelah bayi puas menyusu, payudara sebelahnya di kosongkan juga dengan perah/pompa. Begitu seterusnya bergantian.

Tidak usah kuatir apakah bayi akan mendapat cukup asupan/tidak, karena selama disusui langsung dan bayi tidak ada masalah dalam perlekatan dan produksi, ASI akan mengalir terus seperti sungai mengalir. Sehingga, bayi tidak akan kekurangan cairan.

Setelah ASI coba mulai di perah, saat awal-awal usia bayi mungkin dengan system manajemen ASI seperti diatas belum terlalu banyak. Namun, jumlah hasil perahan dan produksi seiring usia bayi, dan kerutinan pengosongan payudara, hasil perahan akan meningkat. ASI 24 jam dengan suhu sama dapat digabung, sehingga tidak menjadi boros botol/plastik penyimpanan ASI dan dapat dibekukan bila sudah mencapai batas maksimal penampungan. Lakukan pengosongan payudara rutin ini, saat ibu bekerja juga atau saat tidak bersama bayi. Kosongkan tiap 2-3jam sekali.

Daya tahan ASI perah tergantung penyimpanandan tergantung suhu. Misalkan, untuk kulkas bersama keluarga 2 pintu, ASI perah dapat kuat disimpan sampai 1-2hari di chiller (kulkas bawah) dan sampai 1 bulan bila disimpan di freezer. Akan berbeda bila terdapat freezer khusus ASI saja, dapat kuat hingga 6bulan.

Untuk penyajiannya, digunakan sistem air mengalir. Dari freezer diturunkan dahulu ke chiller minimal selama 12 jam, lalu dikeluarkan dan direndam air dingin hingga bekuan hilang, baru direndam air hangat sebelum diberikan kepada bayi.

Pemberian ASI kepada bayi dapat menggunakan metode cangkir, agar bayi tidak beresiko mengalami perubahan perlekatan seperti bila bayi diberikan alternative lain untuk menghisap ASI selain dari payudara ibu. Lakukan prinsip “bila ibu bersama bayi, bayi menyusu langsung, bila tidak bersama ibu, bayi mendapatkan ASI melalui cangkir”.

Dengan manajemen ASI yang benar, tidak ada masalah ibu bekerja dapat terus sukses memberikan ASI kepada buah hati.