Mastitis

Mastitis

Mastitis merupakan kondisi dimana PD (payudara) terinfeksi bakteri. Dan bakteri yang paling sering menyebabkannya adalah Staphylococcus karena meruoakan bakteri komensal yang banyak ditemukan dikulit manusia, E.Coli dan yang agak jarang adalah bakteri Streptococcus.

Gejala yang ditemukan pada mastitis adalah: ibu demam/meriang, ada kemerahan diseputar PD dan ibu merasakan nyeri di PD

mastitisSebabnya apa ? Pada ibu yang tidak mengosongkan PD dengan teratur, mastitis bisa terjadi.

  1. Contoh : bila ibu tertidur malam, tidak menyusui bayinya, atau ibu sedang bekerja dan tidak mengosongkan PD dengan perah/pompa.
  2. Pada kondisi gangguan perlekatan/latchon juga dapat menyebabkan mastitis, karena kembali terjadi kegagalan dalam pengosongan PD. Gangguan perlekatan yang dimaksud adalah kondisi baby bingungputing karena adanya riwayat pemakaian dot/kempeng, atau baby ada tongutie/liptie.
  3. Ada kondisi lain yaitu bila ibu menggunakan pakaian yang kurang nyaman dan menghambat pengaliran ASI. Misalkan ibu menggunakan BH kawat saat tertidur, atau ibu menggunakan baju yang terlalu ketat.
  4. Sebab lain adalah pada kondisi Ibu stress. Dimana hormon oksitosin sebagai hormon yang mengalirkan ASI kurang,  dan membuat ASI tidak mengalir dengan optimal

Keadaan diatas ditambah dengan masuknya bakteri dari kulit PD yang luka, dan timbulah mastitis.

Bagaimana dengan kondisi PD yang tidak luka, apakah bisa jadi mastitis? IYA, kok bisa ??? masuk bakteri dr mana?

Pada bayi yang suka melepas PD tiba-tiba saat menyusu, bakteri dapat masuk saat itu. Karena saat menyusu, saluran sedang terbuka lebar, dan ada waktu beberapa saat sebelum mengecil saat bayi selesai menyusu.

Bagaimana mengatasinya?

Saat mastitis, kosongkan PD secara optimal. Dengan menyusu langsung dan dibantu perah/pompa. Karena hal ini dapat mengurangi bengkak. Aliran darah dan kelenjar limfe yang berperan dalam penyembuhan dapat bekerja secara optimal.

Pada mastitis, infeksi yang terjadi adalah pada jaringan penunjang, dan jarangterjadi pada saluran susu, sehingga menyebabkan bayi menjadi sakit.

Jadi penanganan mastitis:

  1. teruskan menyusui, ASI mengalir lancar, akan lebih cepat sembuh. Bila ibu mengeluh sakit saat menyusui, ASI tetap dikeluarkan dengan diperah/pompa.
  2. Perlekatan menyusui yang benar, agar efektif  saat menyusu dan mengosongkan PD.
  3. Bantu massage PD untuk menghancurkan bila ada sumbat ASI. Lakukan gerakan sirkular, karena sesuai dengan anatomi payudara yang mempunyai saluran PD berliku dengan kelenjar-kelenjarnya.

massage PD14. Bantu kompres panas bukan hangat selama tidak sampai melukai kulit selama beberapa detik menggunakan handuk kecil, dan lewati daerah areola dan puting krn lebih sensitif dan menghindari iritasi pada darah ini.

5. Dapat juga kompres bergantian panas – dingin – panas. Karena kompres panas untuk membuka jaringan, dingin menutup jaringan, lalu dibuka lagi jaringannya, sehingga diharapkan dengan adanya kejutan perbedaan suhu tersebut akan memberikan dorongan aliran yang dapat membantu melepaskan sumbatan dan melancarkan aliran ASI.

6. Bantu pengosongan PD dengan perah/pompa, sampai dirasa ASI sudah tidak dapat diperah lagi, namun masih teraba benjolan/kelenjar beris ASI yang menggumpal, lalu susui baby dengan perlekatan benar untuk membantu melepaskan sumbatan . Dilakukan perah/pompa dahulu adalah untuk menghabiskan ASI yang mudah diambil baby, sehingga baby tidak terlanjur kenyang dan mengurangi sedotannya dan dapat membantu melepaskan sumbat ASI.

7. Rutin kosongin PD. Bila sedang bersama baby, susui langsung, bila tidak bersama baby (ibu bekerja), perah/pompa setiap 2-3jam sekali.

8. Bila ibu lelah skali, minta bantuan keluarga untuk pemberian ASI. Karena ibu stress, kelelahan, juga dapat menyebabkan mastitis seperti yang telah disampaikan diatas. Dan keberhasilan ASIsangat membutuhkan dukungan keluarga

9. Bila ingin mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit yang ada dipasaran tidak apa, karena mastitis memang menyakitkanibu.

10. Lakukan perawatan pada puting yang luka/lecet. Coba oleskan ASI setiap 5-10 menit lalu diangin-anginkan dapa membantu menyembuhkannya.

11. Antibiotik dapat diberikan tergantung derajat mastitis yang terjadi. Periksakan kepada tenaga kesehatan untuk evaluasi mastitis ini.

Salah penanganan mastitis dapat menjadi abses dan komplikasi lain, tentu akan membutuhkan penanganan lebih rumit.

Sekian , semoga bermanfaat.

5 thoughts on “Mastitis

  1. Pingback: Bingungputing – Cupfeeding | drmaharanibayu

  2. Pingback: Nipplepore | drmaharanibayu

  3. Dok, bagaimana kalau ibu yang tidak bisa menyusui karena babynya meninggal. Itu terjadi dgn saya, baby meninggal pada UK 39w. H+3 setelah melahirkan PD saya sempat bengkak tapi tidak pakai demam dan masih bisa saya tahan jadi tidak saya peras.. Sempat 1,5 bulan kmudian asi saya masih keluar kalau ada rangsangan.. Jd apa saya bisa terkena mastitis? Thx🙂

    • Hai ibu,
      Untuk case seperti ini, bisa dibantu dengan obat (dapat ke dokter kandungan/dokter laktasi) dan di bebat – tekan daerah PD ibu. Untuk bantu misalkan bengkak sendiri, hanya untuk membuat nyaman sedikit, bisa bantu keluarkan sedikit, nanti inhibitor ASI akan memberikan kode sendiri ke otak untuk mengehntikan produksi ASI.
      Sabar ya bu, Tuhan punya cerita sendiri yang indah untuk ibu.
      Semoga bermanfaat

  4. Pingback: Yes, I am a Breastfeeding Mother | drmaharanibayu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s