Ibu Hamil Boleh Puasa Tidak ?

Bulan suci Ramadhan sudah datang. Untuk sebagian besar masyarakat Indonesia yang merupakan umat Islam, ini merupakan bulan yang dinantikan karena merupakan bulan yang penuh berkah.

Namun saat ini berkah luar biasa juga sedang datang, dengan adanya buah hati didalam kandungan bagi para Ibu yang sedang hamil. Tentunya tidak ketinggalan, ingin juga menyempurnakannya dengan tetap menjalankan ibadah puasa.

Tetapi.. boleh tidak ya? Berbahaya atau tidak kepada janin yang dikandung? Membahayakan ibu atau tidak ya? Pertanyaan-pertanyaan ini tentunya ada dikepala ibu hamil yang tetap ingin berpuasa.

Puasa yang dijalankan umat muslim adalah tidak mengkonsumsi baik makanan dan minuman apapun selama kurang lebih 13jam. Dan hal ini dijalankan dalam waktu terjaga atau dengan aktivitas siang hari, bukan saat istirahat malam hari.

Dengan puasa dan tetap beraktivitas seperti ini tentunya energy yang dikeluarkan tidak sebanding dengan asupan yang ada, bila dibandingkan dengan hari-hari lain dengan tidak berpuasa. Sehingga, dapat menyebabkan pusing, mual, lemas yang merupakan tanda khas kekurangan gula dalam system tubuh atau yang disebut hypoglikemia. Selain keadaan hypoglikemia, puasa dalam jangka waktu panjang yang disertai aktivitas dapat menyebabkan dehidrasi.

Bagi ibu hamil yang merasa kuat, terutama setelah melewati masa 3 bulan pertama kehamilannya, dijinkan untuk berpuasa. Dengan catatan, tidak membahayakan ibu dan janin.

Sebelum berpuasa, diskusikan dengan dokter kandungan untuk mengecek kondisi kandungan dan janin. Saat berpuasa, amati kondisi tubuh sendiri, bila dirasakan terdapat gejala hypoglikemia yang berat seperti sakit kepala atau pusing yang berat, mual bahkan muntah, kelemahan badan yang tidak biasa, keringat dingin dan dapat juga disertai jantung berdebar, sebaiknya puasa tidak diteruskan. Begitu juga bila terdapat tanda dehidrasi berat seperti rasa haus hebat, dan warna buang air kecil yang sangat keruh disertai rasa lemas tubuh. Atau pada kehamilan usia lanjut dimana ibu sudah bisa merasakan gerak janin, lalu dirasakan janin menjadi kurang aktif, sebaiknya segera hentikan puasa dan amati kembali gerak janin. Bila perlu, segera periksakan kepada tenaga kesehatan.

Berbuka dengan perlahan, karena perut yang kosong perlu beradaptasi dengan asupan yang ada. Konsumsi snack dahulu , lalu berikan jeda setengah – 1 jam kemudian baru makan besar adalah baik bagi pencernaa. Yang utama adalah tetap pastikan mendapat asupan yang cukup selama waktu tidak berpuasa. Asupan Ibu hamil usahakan tetap dalam porsi kecil dan sering. Jadwal makan dapat dibagi menjadi beberapa kali hingga saat sahur kembali esok harinya. Konsumsi buah manis yang mengandung banyak air seperti buah semangka, timun suri, melon, sangat baik karena dapat merehidrasi tubuh dan memberikan asupan gula yang cukup untuk mengembalikan tubuh kepada kondisi yang baik. Hindarilah konsumsi soda, dan kafein berlebihan karena dapat menyebabkan reaksi tidak nyaman pada saluran cerna dan dapat menyebabkan dehidrasi karena mempunyai sifat diuretik (meningkatkan pengeluaran air kencing).

Yess, sudah tau tanda waspadanya, cara mengatasinya, dan menghindarinya. Tidak perlu kuatir lagi ya untuk berpuasa.

Puasa lancar, ibadah terpenuhi, Ibu – Bayipun sehat, Selamat menunaikan ibadah puasa

Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s