Tanya : Bayiku ga mau menyusu lagi tiba-tiba, harus gimana?

Jawab :

Hai ibu, pertama.. yang harus dipastikan adalah apakah ada riwayat dot/kempeng kah bagi bayi ibu? Karena bila iya, hal ini adalah dikarenakan bayi bingungputing. Resiko pemberian dot/kempeng pada bayi yang masih mendapat ASI adalah 9 dari 10 bayi. Inilah kenapa pada butir 9 dari 10 langkah menuju keberhasilan menyusui oleh WHO disebutkan : Tidak memberikan dot maupun kempeng pada bayi yang mendapatkan ASI usia berapapun.

Bila sudah terlanjur bagaimana? Yuk stop Dotnya, perbanyak skintoskin dan menyusu langsung untuk kembali ke ASI atau relaktasi, dan untuk case yang lebih berat, dapat segera temui konselor laktasi atau kunjungi klinik laktasi untuk dibantu pelaksanaan langkah relaktasi.

Bila jawabannya tidak ?

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan nursing strike atau bayi tidak mau menyusu diantaranya adalah : apakah ada perubahan rutinitas, seperti ibu kembali bekerja, atau ada pengasuhan bayi baru, hal-hal seperti itu. Bisa juga mungkin bayi sedang infeksi telinga atau hidung tersumbat, yang menyebabkan bayi tidak nyaman saat menyusui. Sebab lain bisa misalkan bayi traumatis karena pernah di “time break” dengan keras saat bayi periode teething (mau muncul gigi) dan menggigit payudara ibu, atau bayi sendiri sedang merasakan tidak nyaman saat ingin tumbuh gigi. Atau bayi merasa terganggu konsentrasinya saat menyusu, karena suasana yang kurang intim.

Apa yang harus dilakukan ?

Perbaiki keintiman dengan bayi. Usahakan skin to skin, suasana remang, tanpa gangguan dari luar yang dapat mengganggu bonding ibu-bayi. Dapat juga coba kembali menyusu saat bayi mulai mau tertidur, untuk memberikan kenyamanan awalnya, hingga bayi mau kembali menyusu dengan benar. Dan, sementara bayi tidak mau menyusu, tetap kosongkan payudara secara teratur sesuai bila bayi menyusu terus untuk menjaga produksi ASI dan mencegah ibu terkena sumbat ASI. Tetap berikan asupan dengan metode cangkir dengan memantau kecukupan cairan dari BAK bayi.

Konsultasikan lebih lanjut kepada konselor / ke klinik laktasi bila gangguan ini berlangsung terus menerus, terutama untuk terus menjaga kecukupan cairan dan gizi bayi.

Semoga Bermanfaat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s