Gizi Ibu Menyusui Berpuasa

Walaupun sedang menyusui, tidak mau ketinggalan bagi umat muslim di bulan Ramadhan ini pastinya ingin tetap menjalankan ibadah puasa. Namun kekawatiran akan kecukupan gizi ASI, gizi ibu apakah akan terpenuhi tentunya terlintas di benak ibu menyusui yang ingin menjalankan ibadah puasa.

 

Oke, kita diskusikan satu persatu.

 

Untuk segi kualitas, ibu menyusui tidak usah kuatir. Dari segi kualitas, ASI tetap dapat memenuhi gizi buah hati. Ada suatu penelitian yang membuktikan, bahwa ASI ibu dengan status kurang gizi saja, hanya akan berubah dari segi kuantitas, tidak kualitas. Dan bila status ibu berubah menjadi gizi buruk, kualitas ASI hanya berkurang dari segi lemak saja, namun kualitas yang lain tetap dapat memenuhi gizi bayi. Sungguh luar biasa manfaat ASI ini.

 

Ibu berpuasa, tidak menyebabkan ibu jatuh kepada status gizi kurang, maka kualitas ASI tidak perlu dikuatirkan dan diragukan. Namun untuk beberapa individu, akan mengalami penyesuaian dihari-hari awal sebagai bentuk penyesuaian system tubuh dan mengakibatkan penurunan produksi ASI. Untuk mengatasi ini ada beberapa hal yang harus dilakukan.

 

Karena Intinya, berpuasa hanyalah sebagai penukar jam makan. Hal ini harus diterapkan pada seluruh ibu menyusui. Maksudnya, ibu menyusui yang berpuasa harus tetap dapat menjaga asupan 3x/hari seperti bila tidak sedang berpuasa, yaitu saat berbuka, malam sebelum tidur, dan saat sahur. Jangan lupa untuk menambah extra kalori 500-700kalori/hari asupan atau setara dengan kurang lebih 1/3 extra porsi /hari bila dibandingkan dengan ibu yang tidak sedang menyusui. Jadi, berpuasa maupun tidak berpuasa, anjuran ini berlaku untuk semua ibu menyusui.

Saat berpuasa, aktivitas terus dilakukan dan membuat pengeluaran energy extra. Asupan cairan sangat dibutuhkan selain untuk kesehatan ibu, juga untuk memproduksi ASI. Dimana saat waktu beraktivitas dan berpuasa, rehidrasi tidak dapat dilakukan, sehingga kita harus menjaga asupan cairan. Well, minum bergalon-galon air saat berbuka sampai sahur bukanlah cara yang optimal. Karena selain ada keterbatasan kemampuan lambung dan tubuh menerima cairan, air saja akan cepat hilang dari tubuh. Jadi, untuk menahan cairan dalam tubuh dan mempertahankannya, lebih baik dengan asupan protein nabati yang mengandung banyak cairan. Seperti buah-buahan semangka, melon, dan sayur seperti timun suri dan labu. Selain baik untuk gizi ibu dan kandungan kualitas ASI, juga baik dalam menjaga cairan tubuh terutama saat ibu berpuasa, menyusui dan beraktivitas.

Pada beberapa individu dengan kurangnya asupan, ditemukan adanya kekurangan kadar magnesium, kalsium, dan zinc, juga vitamin A, E, dan C. Untuk mengatasinya dapat dengan menjaga konsumsi makanan yang mengandung mineral dan vitamin diatas. Seperti kerang, salmon, gandum, daging merah, dan kacang. Tidak perlu bingung, makanan mana yang harus diasup. Cukup ingat untuk mengkonsumsi protein tinggi dari hewani dan nabati dalam memenuhi asupan sehari-hari, sudahlah mencukupi kebutuhan gizi ibu dan kualitas ASI, walaupun ibu berpuasa.

Semoga Bermanfaat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s