Kenapa Ga Boleh Kempeng/Pacifier ?

Butir ke 9 dari 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui yg dibuat oleh WHO (World Health Organization) adalah : “Tidak memberikan dot maupun kempeng pada bayi yang masih mendapatkan ASI usia berapapun”.

Concernnya adalah jelas, kempeng bisa menyebabkan bingungputing, apalagi bila diberikan kepada bayi yang masih early stage of nursing (baru belajar menyusui). Karena, seperti telah kita ketahui sebelumnya, menyusui adalah lidah perah areola, sementara, kempeng hanya menghisap puting yang totally sangat berbeda dengan menyusu. Memang benar kempeng dapat memuaskan kebutuhan mengenyot/fase oral pada bayi dengan cara yang lebih mudah, bahkan ada juga yang menginformasikan manfaat kempeng dapat mengurangi kejadian SIDS (Sudden Infant Death Syndrome). Namun hal ini masih diperdebatkan, mengingat efek lain yang ditimbulkan oleh kebiasaan pemberian kempeng dan masih banyak bayi lain terhindar SIDS tanpa kempeng. Yang jelas, resiko terbesar kempeng adalah dimulai dari perubahan cara menyusu bayi kepada payudara, hingga bayi menolak payudara ibu.

Selain mengganggu menyusui, ternyata kempeng juga berperan dalam menyebabkan berbagai macam penyakit.

  1. Diare :mudah sekali terjadi karena kita tidak dapat memastikan kebersihan empeng sendiri.
  1. Selain itu, resiko penyakit lain yang mungkin terjadi adalah infeksi saluran pernafasan atas
  2. dan penyakit saluran telinga tengah. Resiko penyakit ini cukup tinggi didapatkan dari penelitian yang ada, yaitu hamper 3-4x lipat resiko meningkat terjadi pada bayi yang menggunakan kempeng.
  1. Penggunaan kempeng dalam waktu lama juga dapat mengganggu perkembangan daerah mulut sehingga mengakibatkan anak menjadi telat bicara karena perkembangan oromotor yang tidak sesuai.
  2. Kempeng dapat mengganggu pertumbuhan gigi anak terutama gigi depan yang dapat tumbuh tidak pada semestinya. Contoh adanya gigi model terbuka, yaitu adanya celah yang tidak rapat antara gigi atas dan bawah.
  3. Penggunaan kempeng juga dapat mengecoh orangtua akan kebutuhan sebenarnya si anak saat ingin menyusu, sehingga kebutuhan dasar menjadi kurang terpenuhi terutama pada bayi yang sulit naik berat badan.

Terlihat lebih banyak hal yang tidak baik disbanding hal baik akan penggunaan empeng, jadi..lebih baik tidak digunakan kan.

Semoga Bermanfaat

7 thoughts on “Kenapa Ga Boleh Kempeng/Pacifier ?

  1. Dok, babyku 4bulan skrg klo nen ko selalu cm dapet puting saja. Klo dimasukin lebih dalem, dia dorong badannya sehingga cm dpt puting lagi. Dan lagi skrg tiap mau nen, mulutnya g pernah dibuka lebar lagi. Dia sudah memasuki fase oral dok, suka ngemutin tanganya. Apakah bayi 4bulan ke atas klo nen sudah g bisa anteng lagi ya dok ?

      • Sekarang frek nyusunya ko sepertinya berkurang ya dok. Dia sepertinya lebih suka bermain skrg. Jadi klo pas bubuk malem aja bisa nyusu banyak, krn klo tidur g banyak tingkah😀. Apa memang bayi umur 4 bulan keatas frek minumnya berkurang ?

  2. Siang dokter…saya ibu bekerja punya baby 3 .5 bln..slama dtnggal krja baby asip n pemberian media dot..shngga skrg produksi asi mnurun dan baby bingung puting tipe 2…ttp mw nenen tpi di puting saja..skrg sya sdang brsaha dok…sampe ngambil cuti smggu untk mngmblikan cra hsapan bayi dan bayi bsa lupa dot..gmna kiatx dokter biar bayi saya bisa mnyusui sprti biasax..?

  3. Dokter, bayi saya usianya hampir 11bulan malah sudah tdk mau minum dg dot sama sekali. Dia hanya mau nenen pada PD sebelah kiri saya. Saya musti gimana ya dok? Krn asi saya sepertinya tdk cukup byk krn tiap kali nenen beberapa lama pasti dia nangis seperti tdk kenyang. Apakah saya perlu konsumsi domperidone? Mohon solusinya… terimakasih…

    • Hai ibu, untuk penggunaan domperidon, sebaiknya didampingi oleh dokter, karena ada indikasi dan kontra indikasinya. Bagitu juga dengan dosis, tata cara minum dan lain-lain. Nah yang lebih penting dalam memproduksi asi adalah, bagaimana perlekatan menyusuinya? karena ini adalah yang paling berperan dalam merangsang hormon produksi ASI. Karena, domperidon bukan short cut, bila dasar hal yang memproduksi ASI (perlekatan menyusui dengan benar) tidak di penuhi.
      Saran, boleh ke klinik laktasi dahulu, bila konselor menyusui yang menangani adalah dokter, masih mungkin akan difikirkan penggunaan obat ini, namun kembali dibawah pengawasannya.

      Semoga membantu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s