Mitos Bikin Gagal ASIX

Ada beberapa kepercayaan atau mitos yang sering sekali beredar di masyarakat dan sayangnya ini bikin gagal ASIX. Sebetulnya yang benar bagaimana ya?.. yuk dibahas satu persatu

Kalau ga punya puting atau putingnya rata, tidak bisa menyusui

Anggapan ini adalah tidak benar. Karena sebetulnya, mekanisme menyusui adalah lidah memerah areola, bukan menghisap putting. Justru apabila bayi hanya menyusu diputing, ASI tidak akan keluar atau keluar hanya sedikit, menyusu tidak optimal, dan bahkan menyebabkan ibu kesakitan, karena lidah hanya memerah puting dapat mengakibatkan lecet dan luka pada puting.

Jadi saat menyusui: masukkan areola (daerah kehitaman di payudara seputar puting) sebanyak-banyaknya kedalam mulut bayi ya, bukan hanya puting saja.

Payudara kecil, tidak bisa menghasilkan cukup ASI

Besar-kecilnya payudara adalah tidak menentukan jumlah sel susu. Karena, sel susu semua wanita dewasa, kurang lebih sama, dan mampu menghasilkan susu yang sama banyak, terutama dengan rangsangan yang tepat. Besar-kecil payudara sendiri hanya dibedakan dengan jumlah lapisan lemak dibawah kulit saja.

Berikan rangsangan yang tepat agar ASI berproduksi optimal, yaitu skin to skin (sentuhan kulit ibu-bayi) dan menyusu langsung dengan benar yaitu memasukkan areola payudara sebanyak-banyaknya kedalam mulut bayi.

Usia 2minggu anak rewel terus dan nangis saja, dikasi pisang saja setengah sendok biar diam.

Tidak disarankan untuk bayi<6bulan mendapatkan asupan lain selain ASI apalagi makanan padat, karena pencernaan bayipun belum siap. Anggapan ini muncul biasanya saat anak usia 2-3minggu, dimana bayi sedang dalam usia mengalami growthspurt (percepatan pertumbuhan) dan menginginkan menyusu lebih sering. Namun, tidak usah kawatir, karena produksi ASI akan mengikuti kebutuhan bayi.

Saat usia 2-3minggu ini, susui semau bayi. Tidak ada patokan setiap 2-3jam sekali, karena bayi bisa minta menyusu setiap 1jam, dan setelahnya mungkin bayi minta menyusu setelah 3jam dan ini adalah variasi normal

Anak menangis terus = ASI kurang

Yang harus dipahami, menangis adalah cara bayi berkomunikasi. Entah bayi kepanasan, kedinginan, popoknya lembab, bayi hanya ingin dipeluk, bayi memang lapar, dan lain-lain. Jadi menangis bukan berarti lapar.

Coba cari tahu, pelajari tangisannya dan ajak bicara bayi, karena bayi dapat diajak berkomunikasi dengan membaca aura kita, tone suara, denyut jantung, dan kenyamanan kita sebagai orang tua. Bila kita rasa tenang, bayipun tidak kuatir dan menjadi tidak rewel.

Berikan air kopi 1 sendok teh agar anak tidak kejang

Kembali diingatkan bahwa rekomendasi bayi usia<6bulan, hanya membutuhkan ASI saja. Kejang yang mungkin timbul pada anak, biasanya dipicu oleh demam tinggi dan hal ini dapat dihindari dengan bayi lebih sering menyusu dan dilakukan skin to skin.

Bila udara sedang panas sekali, sehabis beri ASI berikan bayi air putih

ASI saja bagi bayi sampai usia 6bulan sudah mencukupi kebutuhan bayi hingga 6bulan, dari mulai kebutuhan cairan, kalori, vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya.

Ibu menyusui tidak boleh makan pedes nanti bayinya mencret

Sebetulnya, rasa air ketuban setiap ibu sudah berbeda tergantung asupan ibu. Begitu juga dengan rasa ASI. Bila sejak hamil ibu sudah terbiasa makan makanan pedas, bayi mungkin sudah terbiasa dengan rasa ASI yang aga pedas. Dan hal ini tidak menyebabkan mencret. Mencret pada bayi mungkin lebih karena disebabkan bayi alergi terhadap asupan tertentu, misalkan protein susu sapi (dairy product) yang merupakan penyebab tersering alergi pada bayi.

Jadi bila bayi mencret, coba diingat-ingat sebelumnya asupan ibu apa, lalu coba hindari dan amati. BIla bayi tidak mencret lagi, mungkin ini penyebabnya, bila masih dicari lagi kira-kira penyebab yang lain.

Bayinya sakit, ibunya disuruh minum obat

Asupan ibu memang ada sebagian yang masuk ke ASI, namun untuk obat ternyata hanya ada dalam ASI dengan kadar yang sedikit sekali, sehingga tidak berpengaruh pada bayi. Bila hal ini diterapkan, ibu harus minum obat 50-100kali dosis yang dianjurkan, agar obat mempunyai efek pada bayi, dimana tentunya hal ini tidaklah memungkinkan karena dapat membahayakan kesehatan ibu sendiri.

Ibu menyusui tidak boleh minum air es nanti ASInya dingin

Selama ASI dalam payudara, akan keluar sesuai dengan suhu tubu, tidak akan berpengaruh apakah ibu minum air dingin atau tidak

Karena kena ASI pipi bayi jadi bintik-bintik kemerahan

Hal ini timbul sebetulnya adalah karena reaksi alergi bayi terhadap asupan ibu (biasanya penyebab terbesar adalah protein susu sapi), dan reaksi alergi dapat muncul dimana saja pada tubuh bayi tidak hanya di pipi bayi. Kembali lagi menggunakan tes alergi yang dapat ibu lakukan sendiri. Hentikan asupan tertentu, dan amati reaksi bayi.

Karena ASI sedikit, awal-awal berikan asupan lain sampai ASI banyak

Hal ini sangatlah tidak benar, produksi ASI mengikuti kebutuhan bayi. Saat awal lahir, bayi dengan ukurang lambung hanya 3-5cc, tentunya ibu tidak dapat menghasilkan 20cc ASI. Namun seiring pertumbuhan usia bayi, produksi ASI akan mengikuti selama dirangsang dengan benar, yaitu dengan skin to skin dan sering menyusui langsung. Bila saat awal ini bayi sudah dikenyangkan dan diberikan asupan lain, membuat bayi tidak merangsang payudara ibu, ASI tidak akan produksi secara optimal.

Jadi yang terpenting saat awal kelahiran bayi adalah, skin to skin ibu-bayi, dan sering menyusui langsung agar produksi ASI lancar.

Masih banyak mitos lain yang mungkin beredar di masyarakat, cari informasi yang benar agar meng-ASI-hi tidak terganggu.

Semoga bermanfaat

4 thoughts on “Mitos Bikin Gagal ASIX

  1. Dok, asupan makanan busui apakah mempengaruhi kualitas ASI ? Klo busui makan makanan yg bikin sembelit kaya “salak” apakah bayi bisa sembelit jg ? Mengatasi sembelit pada bayi gmn ya dok ? Bayi saya usia 4 bulan 1 minggu. Terimakasih dokter

  2. Tambahan boleh ya bu….bintik2 kemerahan di pipi selain krn alergi,hal ini bs terjadi karena air liur bayi yg menempel di pipi setelah menyusui..(Kan sering ketiduran,pipinya jd kebasahan asi+liur). jd klw hbs menyusui,air liur yg menempel di pipi diseka dgn washlap/kapas lembab.

    • Hai ibu,
      Dikoreksi dikit boleh ya, sebetulnya anggapan ini tidak benar ya bila bayi tdk ada riwayat alergi dengan asupan ibu. Walaupun tdk dibersihkan setelah menyusu, pipi bayi yang kena ASI tdk akan timbul bintik-bintik/kemerahan.
      Namun setuju bila untuk kebersihan saja.
      Saling mengingatkan saja ya, terimakasih masukannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s