Anakku Demam, Harus Bagaimana?

Anak sakit itu membuat patah hati semua orang tua pasti, namun agar tidak kuatir, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk menghadapi ini.

Demam atau peninggian suhu tubuh adalah salah satu mekanisme tubuh melawan atau mempertahankan diri bila terinfeksi sesuatu (kuman). Tubuh akan merespon dengan cara : tinggikan suhu tubuh, dengan harapan, kuman akan mati karena ini. Jadi sebetulnya karena ini adalah proses pertahanan tubuh, hal ini dapat dibiarkan dalam batasan tertentu.

Batasannya apa?

Ok, satu persatu.

Bila anak masih bayi dalam artian <6bulan, masih menyusui exclusive. Lebih mudah mengatasinya. Cukup lakukan skin to skin (bayi-ibu, bayi-ayah) bila sanggup 24jam tidak masalah. Dan susui lebih sering. Bahkan, karena skin to skin ini, keinginan menyusu anak akan lebih sering, sehingga anak terehidrasi dengan baik, mungkin BAK jauh lebih banyak, sehingga suhu tubuh akan bantu lebih cepat stabil. Dan efek menyusu langsung yang memberikan sel ASI hidup adalah antibody dan anti kuman yang sangat efektif. Selain itu, skin to skin juga bermanfaat lebih cepat menstabilkan suhu tubuh karena suhu tubuh ibu-ayah dapat menstabilkan suhu tubuh bayi yang lebih tinggi maupun lebih rendah. Skin to skin ini juga menyamankan anak karena anak yang mencari kenyamanan dan perlindungan kepada orang yang membuatnya nyaman.

Bila anak>6bulan , dalam artian sudah tidak ASIX, sudah dapat MPASI. Bila masih <24m. Susui lebih sering dapat kembali dilakukan, bahkan dianjurkan karena biasanya anak mulai sulit makan, dan hanya ingin minum yang dirasa lebih mudah dilakukan dan memenuhi kebutuhannya untuk mengatasi rasa lapar. Skin to skin boleh dilakukan. Karena sudah dapat MPASI, boleh berikan minum semaunya anak selain menyusu langsung. Kembali hal ini dapat membantu anak terehidrasi, dan suhu tubuh dapat kembali normal.

Bila anak >24m sudah tidak menyusu lagi, berikan asupan cairan lebih banyak. Air putih, jus buah, soup, kuah sayur dll.

Batasan temperatur:

Biasakan mempunyai pengukur suhu dirumah bila mempunyai anak kecil, karena pengukuran dengan punggung lengan orang dewasa adalah kurang optimal. Pengukur suhu ini adalah mudah didapat dimana-mana dengan harga yang relatif terjangkau. Yang paling mudah adalah pengukur yang diletakkan di ketiak.

Suhu tubuh normal adalah 36,5C – 37,5C. Diluar batasan ini yang baru disebut tdk normal.

Bila suhu anak meningkat 37,5-38C : skin to skin, extra cairan sudah cukup

Bila suhu anak meningkat  38-38,5:

skin to skin, extra cairan + kompres air biasa (bukan air es) sudah membantu

Bila suhu anak meningkat  38,5-39C : skin to skin, extra cairan + kompres hangat + berikan penurun panas seperti paracetamol dengan dosis 10-15mg/kgBB.

Contoh :

bayi gunakan drop. BB 5kg, berikan paracetamol drop 5ml.

anak gunakan syrup. BB12kg, berikan paracetamol (dengan petunjuk : 120mg/5ml seperti merk panadol/sanmol) sebanyak 5ml atau 1 sendok obat penuh.

Ada juga paracetamol dengan ukuran dosis 160mg/5ml seperti tempra, ini dapat digunakan untuk anak BB 16kg, berikan 1 sendok obat penuh/5ml.

Obat ini dapat diulang 3-4x/24jam. Dalam artian dapat diberikan setiap 6-8jam sekali bila demam tidak membaik.

Bila suhu anak meningkat hingga 39C dan lebih:

skin to skin, extra cairan + kompres hangat + berikan penurun panas seperti paracetamol dengan dosis 10-15mg/kgBB + sudah 1 jam tidak ada perbaikan, berikan penurun panas yang berbentuk peluru (contoh : proris supp 125mg/peluru) yang dimasukkan kedalam anus anak.

Dosisnya : bila BB anak 10kg dapat dimasukkan 1 buah , 5kg, separuhnya dst. Dan Segera bawa anak ke RS untuk observasi demamnya. Karena demam setinggi ini dapat menyebabkan kejang pada anak dan membutuhkan penanganan lebih optimal di fasilitas kesehatan. Jadi hal ini untuk menjaga agar anak tidak sampai kejang karena peninggian suhu tubuh.

Sebagian besar hal ini disebabkan oleh virus, dimana 5-7 hari akan sembuh sendiri karena dilawan oleh daya tahan tubuh anak. Namun bila demam tidak juga membaik optimal dalam artian masih naik-turun terus, lalu disertai gejala lain (diare, anak sulit makan/minum, anak rewel, batuk-pilek berat, anak lemas dan lesu) segera periksakan, terutama bila sudah 3-5hari berlangsung.

Last but not least, segera ganti baju anak yang basah karena berkeringat saat suhu tubuh mulai turun. Usahakan ventilasi ruangan baik, jangan sampai tertutup rapat. Contoh : anak tidak diselimutkan terkekap, dan membuat udara panas dari suhu badan anak tidak terperangkap dalam selimut, sesekali kibaskan selimut agar ada kesempatan udara dingin menstabilkan udara panas anak.

Demam akan datang pada hamper seluruh anak didunia, namun dengan penanganan awal yang baik, hal ini tidak perlu dikuatirkan.

Semoga bermanfaat

3 thoughts on “Anakku Demam, Harus Bagaimana?

  1. Pingback: Kesehatan Si Kecil Optimal Saat Musim Pancaroba | drmaharanibayu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s