Menyusui Dengan Puting Datar/Tenggelam

Pertanyaan atau pernyataan ini lumayan sering ditemui, alasan tidak bisa menyusui si Kecil karena tidak punya puting, putingnya datar, atau putingnya tenggelam.

Ingat lagi yuk, menyusui adalah lidah perah areola, bukan dengan hisap puting.. ini adalah prinsip dasar perlekatan dan cara menyusui yang benar. Jadi, adanya kondisi puting yang seperti saya sebutkan diatas, bukanlah suatu kendala menyusui si Kecil. Bahkan, kalau menyusui hanya di puting dan si Kecil mulutnya mencucu (manyun or seperti duck face) malah membuat si Kecil tidak mendapatkan ASI yang optimal dan membuat puting ibu lecet.

Namun, adanya puting, sering membantu bayi dalam menyusui, yak benar… dahulu, ada pijat-pijat PD dan puting dengan gerakan menarik-nari puting kesana kemari, padahal bayi masih dikandungan. Hal ini sebaiknya sudah tidak dilakukan, karena dapat membuat rahim berkontraksi, beresiko mengganggu pertumbuhan janin optimal dan bayi bisa lahir sebelum waktunya.

Lalu, apa yang harus dilakukan..

Ada beberapa tips yang bisa di lakukan.

Saat hamil sekitar 34minggu, dapat menggunakan nipple former, dengan bahan yang menghadap lingkaran puting dari karet, lalu menggunakan bra, digunakan sekitar 8 jam sehari (saat beraktivitas) selama 2-3 minggu sebelum melahirkan, dapat membantu membentuk puting saat ibu melahirkan. Terlihat dengan adanya cangkang dengan lubang untuk ventilasi. Selain itu, memiliki ini dapat dipakai hingga nanti setelah melahirkan. Contoh : karena ada cangkangnya, dan lubang yang pas dengan ukuran puting rata-rata, apabila puting ibu ada luka, sebelum menggunakan be ha, dapat menggunakan ini dahulu, jadi bila mau menyusui dan membuka be ha, luka puting tidak menempel atau bahkan terkelupas karena menempel di be ha dan membuat luka lebih sulit sembuh. Selain itu, dengan bahan plastik PP5 (aman untuk makanan), saat nanti PD ibu penuh dan belum sempat mengosongkan, dapat tertampung tetesan-tetesan ASI di cangkang ini karena shieldnya rapat. Daripada menggunakan breast pad atau saputangan, ASI yang menetes tidak tertampung dan harus di buang. Bahkan mungkin bisa sampai membasahi baju ibu.

Jpeg

sisi be ha

 

 

 

 

 

 

 

Jpeg

sisi payudara

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Selain nipple former, dapat juga menggunakan nipple puller diawal melahirkan saat mau mencoba menyusui si Kecil. Caranya dengan letakkan pas di daerah lingkaran puting, menekan pompa, diamkan selama 2-5 detik lalu di copot, dapat diulang beberapa kali. Setelah puting terbentuk, lalu coba menyusui.

Jpeg

Nipple puller

Jpeg

Cara menggunakan nipple puller

Alat lebih sederhana lainnya adalah dengan menggunakan suntikan (syringe 25cc), yang dipotong, dan gunakan secara terbalik. Hal ini prinsipnya hampir sama dengan nipple puller, membuat suasana vacuum, untuk mengeluarkan puting.

Namun, diantara semua hal yang dilakukan, coba dapatkan perlekatan menyusu dengan cross cradle position ya.. bisa baca di sini.

Jadi, ga punya puting.. tetap bukan masalah menyusui kaaannn…

Semoga Bermanfaat

One thought on “Menyusui Dengan Puting Datar/Tenggelam

  1. Pingback: Menyusui Dengan Puting Datar/Tenggelam | drmaharanibayu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s