Lip Tie

Salah satu cara mengetahui perlekatan benar adalah adanya CALM and Silent seperti yang sudah saya posting di sini 

Salah 1 point adalah L = Lips (bibir dower) ya.. baik bibir atas maupun bawah, Bibir atas terlihat “nyeplok” sampai mendekati hidung seperti ini

lip tie 1

Lip Tie Setelah dan Sebelum Insisi

 

Nah bila hal ini tidak terjadi pada bayi yang mempunyai Lip Tie, bibir bayi akan berusaha “mencengkeram” areola PD dengan terjadi lipatan kedalam bibir, yang akan membuat suatu gesekan hingga terbentuklah lapisan bening yang dapat sampai mengeras (lecet) yang seperti terlihat apabila kita menggunakan sepatu baru dan kurang pas, hingga menggesek-gesek kulit padahal seharusnya tidak terjadi. Bayi akan merasa frustasi menyusu karena sakit, dan sulit. Sehingga bayi menyusu lebih lama, dan rewel.

Berikut adalah klasifikasi Lip Tie dr.Lawrence A. Kotlow

Lip Tie Classification

Lip Tie Classification

Baik class I-IV dapat mempengaruhi perlekatan menyusui. Bila memang mengganggu menyusui, sebaiknya lip tie kembali di bebaskan.

Setelah prosedur insisi dilakukan, bayi langsung menyusu, untuk menahan perdarahan yang mungkin muncul, juga memberikan kenyamanan dan analgesia pada bayi.

Lalu 2jam setelah prosedur dilakukan, senam daerah lidah dan mulut kembali dijalankan.

Semoga bermanfaat

Oh iya, boleh baca2 review in englishnya di link berikut ya

http://www.pregnancy.com.au/breastfeeding/breastfeeding_information/lip-tie-a-breastfeeding-challenge.shtml

https://www.breastfeeding.asn.au/bf-info/tongue-tie

http://www.pregnancy.com.au/breastfeeding/breastfeeding_information/lip-tie-a-breastfeeding-challenge.shtml

Advertisements