Menyusui Bayi Labiopalatoschizis (Celah Bibir dan Langit Mulut)

Terkadang buah hati kita lahir dengan celah bibir (sumbing) hingga celah langit-langit mulut dengan nama lain Labiopalatoschizis.

Bagaimana menyusuinya? apakah bisa menyusui langsung ? apakah harus menggunakan media dot ? bagaimana kelangsungan menyusuinya nanti ?, apakah tidak akan tersedak bila menyusui nanti ?

Pertanyan-pertanyaan ini tentunya akan terlintas di kepala bila menemui bayi dengan kondisi seperti ini.

Ok, satu per satu ya kita bahas.

Untuk produksi ASI, kita kembalikan lagi dengan fisiologi paling dasar dalam menyusui yaitu : skin to skin (sentuhan kulit ibu bayi ), menyusu langsung, perlekatan benar (lidah perah areola bukan hisap puting).

Dengan kondisi yang terbatas, bukan berarti hal ini tidak bisa terpenuhi,  kita usahakan bayi tetap bersentuhan kulit ibu – bayi, dan menyusui langsung ke payudara ibu.

Salah 1 posisi menyusui yang disarankan adalah dengan sadle duduk , agar bayi tidak tersedak, lalu areola tetap dikecilkan sejajar garis mulut bayi dan ibu memegang leher dan kepala bayi.

Labiopalato 1

labiopalato2

labiopalato3

Ibu tetap mengosongkan payudara / 2 jam skali untuk membantu produksi ASI.

Lalu, bila sekiranya belum mencukupi kebutuhan bayi, dapat dibantu dengan pemberian ASIP menggunakan media khusus bernama Habermen Feeder atau Special Need Feeder, yang dapat diatur pengeluaran ASIP nya, dengan menekan sesuai dengan ukuran yang tersedia (3 garis berbeda). Gambar di bawah ini adalah contoh dengan menggunakan air biasa.

Jpeg

Special Needs Feeder 

Jpeg

Perbedaan volume yang dibagi menjadi 3 buah garis dengan panjang berbeda

Jpeg

Dengan bantuan tekanan jari saat mengeluarkan ASIP 

Berikut link video menyusui bayi dengan labiopalatoschizis.

Langkah-langkah ini dapat dilakukan, sambil menunggu bayi dilakukan flapping celah bibir – celah langit mulutnya.

Semoga bermanfaat

Advertisements

Posisi Cross Cradle Untuk LatchOn/Perlekatan Menyusui Ok

Saat menyusui diawal kelahiran usia bayi, ada cara yang harus dilakukan untuk mendapatkan latchOn optimal. Sehingga bila perlekatan benar didapatkan, bayi dapat memerah ASI dengan optimal, dan ibupun menyusui dengan nyaman karena terhindar dari lecet/luka pada puting.

Untuk menyusu awal, dan mendapatkan perlekatan yang baik, dari berbagai macam posisi yang ada saat menyusui, posisi cross cradle adalah yang direkomendasikan. Hal ini sangat efektif untuk memasukkan areola seoptimal mungkin kedalam mulut bayi, karena prinsip menyusu yang merupakan “lidah perah areola” bukan hanya sekadar menghisap putting.

Sebagai bayangan awal, ini merupakan posisi cradle

cradle hold

cradle hold

Nah, posisi cross cradle artinya, bayi menyusu di PD kanan, namun tangan ibu yang menyangga adalah dengan tangan kiri, atau sebaliknya.

Langkah ini dilakukan, agar ibu dapat lebih mengkontrol dan membantu untuk memasukkan areola seoptimal mungkin kedalam mulut bayi.

cross cradle tampak depan

cross cradle tampak depan

Langkah berikutnya,

1. Jari telunjuk dan ibu jari membentuk huruf C untuk mengecilkan arela menjadi sejajar dengan mulut bayi

2. Puting di oleskan ke hidung dan philtrum (cekungan diatas mulut bayi) agar bayi membuka mulutnya lebar

3. bersamaan, masukkan areola kedalam mulut bayi dan dorong bayi maju untuk mendapatkan areola

mengecilkan areola dengan cross cradle

mengecilkan areola dengan cross cradle

Setelah mendapatkan perlekatan yang baik, baru letakkan tangan kanan ibu dibawah badan bayi sebagai penyangga, dan kembali pada posisi cradle.

Bila perlekatan lepas, lakukan kembali langkah awal menggunakan posisi cross cradle

cradle hold dari sisi samping

cradle hold tampak samping

Semoga membantu and selamat menyusui

 

 

Tanya: BB bayi nambahnya minim

Pagi dokter,

Mau tanya anak sy S usia 1m3d.
BB lahir : 3290
1 bulan : 3800
Brrti kira2 naek 500 gram dlm 1 bulan. Apakah ini cukup dok?

Sy memang sampe skrg masih sk merasa kesakitan jika nen’ langsung. Atau kadang bayinya 10 menit sudah tidur. Makanya sy pompa trs kasih ke bayi kurang lebih 300 ml tiap hari.

Jika habis menyusui, puting sy berbentuk spt lipstik (runcing), apakah itu artinya pelekatannya salah ya dok?  Sharusnya ttp bulet kan ya? Brrti dia hanya ngempeng?

Tp kenapa BB nya nambahnya dikit2 bgt ya dok? Apakah ada masalah di penyerapannya?. Atau asi yg masuk kurang? Pdhl pup n pipisnya sih alhmd bagus.

Mohon infonya ya dokter..

Jawab:

Hai Mama S…
Hmm, actually sih tanda kecukupan anak ASI itu usia 6hari n so on minimal BAK 6x/hari atau kenaikan BB 500-600gr/bulan. Tetapi bila masih ada keluhan dan terutama bentuk puting yg runcing sehabis menyusu adalah tanda perlekatan yang kurang baik.

Dimana, perlekatan kurang baik, dapat mengganggu asupan ke bayi juga kurang, dan bila terus-menerus dapat menyebabkan gangguan produksi ASI..

Saran bagaimana bila ibu main-main ke klinik laktasi/temui konselor.. untuk dibantu perlekatannya dan dicari permasalahan selanjutnya untuk dicoba diselesaikan, agar tidak berkepanjangan kedepannya.

Semoga bermanfaat

Tanya : konseling ASI untuk pemula

Tanya :

Assalamualaikum wr wb
Saya sedang hamil 6 bulan. Ada bbrp hal ttg asi yg ingin sy tanyakan.

1. Bgmn cara agar ASI keluar tepat pada saat bayi lahir. Adakah pijat atau perawatan khusus untuk payudara utk memungkinkan Hal itu terjadi?

2. Saya ingin IMD kelak, ketakutan saya bagaimana kalo pada saat itu ASi Saya belum keluar?

3. Kalau setelah bayi lahir ASI saya belum keluar apa yang harus saya lakukan utk memberi asupan makanan utk bayi saya? Karena menurut yg saya baca kita tdk boleh memberikan sufor pada newborn baby, dan bayi bisa bertahan 3 hari setelah dilahirkan tanpa diberi asupan apa2. Apakah hal itu benar ?

4. Menurut info yg saya baca juga, utk melancarkan ASI yg plg ptg adalah dikeluarkan secara teratur walaupun tiap dikeluarkan atau diperah hasilnya cuma sedikit. Kalau pada saat tiba waktu memerah tapi bayi masih kenyang atau sedang tidur, kan ASIP hrs disimpan utk diberikan ke bayi waktu dy bangun, berarti memberi ASIP ke bayi menggunakan dot dong ? Lha, kalo nanti bayinya malah jd bingung puting gimana ?

Saya kira sekian dulu pertanyaan saya, mohon penjelasannya.
Trimakasih
Wassalamualaikum wr wb

Jawab :

Dear Ibu,
Saya akan bantu untuk jawab satu satu ya.

1. Bgmn cara agar ASI keluar tepat pada saat bayi lahir. Adakah pijat atau perawatan khusus untuk payudara utk memungkinkan Hal itu terjadi?

Pijat Payudara saat masih hamil saat ini sudah tidak disarankan lagi, karena menurut penelitian tidak memberikan hasil yang berarti, dan malah beresiko kontraksi rahim yang dikawatirkan malah jadi persalinan sebelum waktunya.
Yang harus diingat adalah, semua ibu bisa hamil, ASI pun dirpoduksi sejak kehamilan 20minggu (laktogenesis/pembentukan ASI tahap 1). Namun, ASI tidak dapat keluar karena ditahan oleh hormon kehamilan yang ada di ari-ari bayi. Saat bayi lahir, ari-ari diambil hormon dalam tubuh Ibu turun, ASI dapat keluar. Ada jeda sampai sekitar 72 jam pasca bersalin, karena kadar hormon yang masih tersisa dalam peredaran darah, dan akan habis sampai 72jam pasca bersalin. Sehingga setelah 72jam pasca salin ASI bisa keluar karena tidak ada hormon kehamilan lain yang menahan. Tapi ada caranya untuk merangsang yaitu skintoskin dan coba menyusui tiap 2jam sekali. 

2. Saya ingin IMD kelak, ketakutan saya bagaimana kalo pada saat itu ASi Saya belum keluar?

IMD pada hakekatnya adalah skintoskin, dan interaksi-bonding awal ibu dan bayi. Bayi hanya tidur saja didada ibu juga gapapa atau bila bayi tidak berhasil meraih areola payudara ibu atau sampai menyusu. Tidak perlu ASI sampai keluar, bahkan memang biasanya ASI belum keluar, lihat lagi jawaban no.1. Namun, dengan adanya interaksi awal ini, yang akan memicu reflex kepada tubuh ibu untuk memerintahkan produksi dan pengeluaran ASI untuk bayi berjalan.

3. Kalau setelah bayi lahir ASI saya belum keluar apa yang harus saya lakukan utk memberi asupan makanan utk bayi saya? Karena menurut yg saya baca kita tdk boleh memberikan sufor pada newborn baby, dan bayi bisa bertahan 3 hari setelah dilahirkan tanpa diberi asupan apa2. Apakah hal itu benar ?

Bayi cukup bulan (minimal 37-38minggu usia kehamilan) sudah dibekali lemak coklat sebagai pengganti metabolisme “puasa” nya bayi selama 72 jam tadi karena fungsi tubuhnya setelah 72jam ASI baru keluar. Tetapi, untuk bantu lebih cepet keluar ASInya (Laktogenesis/pembentukan ASI tahap2 yaitu sejak bayi lahir sampai 72jam pasca lahir) selama periode ini, tetap dilakukan skin to skin (inget ya..skin to skin, bukan skin to baju, bukan skin to bedong. skin to stagen/gurita) .. dan bayi dicobakan menyusu dengan perlekatan/latchon yang benar 8-12x perhari , selama 15-30menit setiap periode menyusu, walau sepertinya nggak ada yg keluar dari payudara Ibu. Ini untuk membangkitkan reflex ibu, memerintahkan badan ibu memproduksi ASI dan menjalankan tahapan laktogenesis. Jadi bukannya didiemin aja bayi nya atau dipisah dikamar bayi atau ditaro di box, ga ditempelin ke ibunya. 

4. Menurut info yg saya baca juga, utk melancarkan ASI yg plg ptg adalah dikeluarkan secara teratur walaupun tiap dikeluarkan atau diperah hasilnya cuma sedikit. Kalau pada saat tiba waktu memerah tapi bayi masih kenyang atau sedang tidur, kan ASIP hrs disimpan utk diberikan ke bayi waktu dy bangun, berarti memberi ASIP ke bayi menggunakan dot dong ? Lha, kalo nanti bayinya malah jd bingung puting gimana ?

Produksi ASI tergantung kebutuhan, makin sering dikosongkan (dengan di perah/di nen langsung) makin banyak produksinya. Awal2 sih baby kasi nen langsung aja kalau ga ada masalah. Beda cerita kalo bayi sakit atau next ibu kerja , apapu deh yg ga memungkinkan nen langsung, pake ASIP. Media nya ya ga pake dot dong. Kita ga saranin baby nge dot/kasi empeng pada semua bayi yang masi dapat ASI. Pake cangkir kecil/cup feeder sebagai media, jadi baby ga akan bingung puting

Sekian jawaban sekilas yg bisa saya bantu, Ibu bisa baca2 blog ku, karena ada penjelasan tentang anatomi fisiologi menyusui, sampai belajar cup feeding dan bingung puting. belum sempurna sih, masi sama2 belajar, namun semoga bisa membantu.

Semoga bermanfaat

Posisi Menunjang Perlekatan – latchOn

positioning yang baik saat menyusui menunjang keberhasilan perlekatan – latchOn yang baik. Sehingga bayi akan dapat menyusu secara optimal.

Menyusu pada bayi dan menyusui pada ibu itu juga perlu belajar dan penyesuaian, jadi untuk mempercepat keberhasilan menyusu nyaman dikedua belah pihak, ada beberapa trik-trik yang dapat dicoba untuk dijalankan.

positioning dalam menyusui ada berdiri, duduk, dan berbaring. Namun semua posisi ini mempunyai inti yang sama/4 butir kunci (Perinasia 2007).

1. Kepala dan badan bayi dalam 1 garis lurus

2. Wajah bayi menghadap payudara, dgn hidung berhadapan puting

Muka bayi berhadapan secukupnya ya, kalo terlalu dalam atau berputar kebawah juga ga nyaman.

  1. Ibu memeluk badan bayi dekat dengan badannya
  2. Pada bayi baru lahir, ibu menyangga seluruh badan bayi, jgn hanya kepala dan bahu

4 butir kunci ini kalo gampangnya kaya cicak nemplok dibadan ibu

posisi menyusui cradleKarena sulitnya latchOn dengan benar  bayi bisa frustasi lho karena posisi menyusui yg kurang baik. Hal ini bikini bunya jd stress juga karna bayi ngamuk terus.

Jangan lupa, salah 1 tangan bayi seperti memeluk ibu, tangan lainnya dibiarkan bebas

Ini posisi bayi yang pas, dengan posisi cradle

cradle hold

cradle hold

Menggunakan bantal apapun atau bantal menyusui juga dianjurkan. Untuk bantu ibu menyangga tangannya agar ibu nyaman. Bayinya ga diletakkan begitu aja diatas bantal ya biar ga lepas2 positioningnya, unt ibu – bayi baru terutama, kl uda ahli mah bebas

cradle hold dari sisi samping

cradle hold dari sisi samping

Posisi lainnya seperti posisi football dapat menjadi variasi dalam menyusui atau menyusui kondisi khusus. Misal : menyusu 2 bayi kembar, atau bila terjadi ASI statis didaerah PD bawah/PD dekat dengan ketiak

posisi menyusui footballposisi menyusui football 2Dan positioning football berguna juga utk menyusui bayi kurang bulan/bayi dgn otot hipotonus/lemas karena ibu dapat menyangga sepenuhnya pada badan bayi

positioning lainnya adalah Posisi cross cradle : menyusu di PD kanan, disangga oleh lengan kiri. Begitu juga sebaliknya.

cross cradle tampak depan

cross cradle tampak depan

Bermanfaat pada kondisi : lengan ibu pendek, PD besar, dan PD ibu engorge/ASI statis. Karena posisi ini PD dapat disangga dgn baik

Untuk ibu dgn PD besar dapat juga dengan positioning cradle yang dibantu meja unt penyangga PD, dan bayi diletakkan diatas meja

positioning sadle duduk (bayi duduk), bermanfaat unt kondisi khusus spt : aliran ASI ibu yg deras, dan bayi yg mempunyai masalah menelan/sesak karena posisi ini menghindari bayi tersedak

positioning bayi tengkurap atau seperti IMD bermanfaat pada ibu dengan aliran ASI yg deras dan oversupply. positioning bayi tengkurap : dikarenakan gravitasi menghambat aliran ASI tersebut.

posisi menyusui IMD

posisi menyusui IMD

Untuk beberapa ibu dengan keluhan nyeri jahitan pasca persalinan dan tdk nyaman duduk/berbaring dapat menyusui sambil berdiri, dgn bantuan meja sbagai penyangga

Posisi lainnya yang sangat nyaman bagi ibu karena ibu dapat sambil beristirahat adalah posisi berbaring

posisi menyusui baring miringIngat ya, posisi ini juga seperti cicak nemplok. Tubuh bayi dan ibu saling berhadapan dan dekat. Tangan bayi 1nya dibawah PD ibu, bukan badan ibu ya. Akan terlihat bayi seperti minum sambil pegang PD dgn ke2 tangannya.

Yak, sekian ..semoga bermanfaat