Dinas Luar Kota

Sebagai ibu bekerja, ada kalanya kita tiba-tiba mendapatkan tugas luar kota beberapa hari.. aduh, tapi aku ibu menyusui.. harus bagaimana ya ??

Hmm, saya akan coba membagi beberapa tips sebagai ibu bekerja agar tetap dapat mengASIhi buah hati.

  1. Selama ibu tidak bersama si Kecil, rutin kosongkan payudara setiap 2-3jam skali, termasuk malam hari. Hal ini membantu menjaga produksi ASI dan mencegah terjadinya sumbat ASI, gumpalan ASI, PD bengkak, dan lain-lain yang dapat membuat ibu menjadi tidak nyaman dan malah mengganggu aktivitas dan produktivitas ibu.
  2. Simpan ASIP dalam freezer kulkas yang disediakan di penginapan.
  3. Saat perjalanan, siapkan cooler box atau cooler bag dengan icepacknya. FYI, kalau dari ASIP beku dari freezer masuk coolerbag tanpa icepack aja bisa kuat 12 jam an, bila dengan ice pack, tentunya bisa kuat lebih lama.. dan nanti tinggal masukkan kembali ke freezer lagi saat tiba di tujuan atau di penginapan.
  4. Kalau harus berpergian dengan pesawat terbang gimana ? kan ada peraturan ga boleh cairan >100ml masuk kabin. Pertimbangannya karena tehnologi saat ini untuk keamanan perjalanan semua orang, ditakutkan adalah merupakan salah satu bahaya seperti bom cair. Tapi tenang, caranya adalah sebelum berpergian, mintakan surat keterangan menyusui atau Breastfeeding Statement dari dokter anak boleh, dokter laktasi juga boleh yang mencantumkan anaknya usia berapa, mau pergi berapa lama, terbangnya kmana aja seperti itu.. contohnya seperti ini :Screen Shot 2016-04-20 at 2.58.46 PM .. dan juga di Transportation Security Administration, liquid tapi untuk infant (breastmilk) boleh kok.. dengan catatan bersedia diperiksa aja. Jadi ASIP bisa masuk kabin.. ini link TSA nya https://www.tsa.gov/travel/security-screening/liquids-rule Screen Shot 2016-04-20 at 2.51.52 PM
  5. Untuk si Kecil yang ada dirumah, tetep yaaaa minum ASIPnya no dot dan ga dikasi empeng atau pacifier.. dan berikan dengan metode cangkir/cup feeding ini untuk mencegah bingung puting.
  6. Begitu pulang dinas, terutama dinas yang aga lama misalnya lebih dari 1 minggu, luangkan quality time skin to skin dan menyusui ibu dan bayi. Bantu perlekatan menyusuinya bagus kembali, boleh dibantu dengan metode kangguru dan cross cradle position.

Bismillah, semoga dengan tips ini, Ibu dapat tenang tetap beraktivitas, sambil lanjut terus dapat mengASIhi si Kecil.

Semoga bermanfaat.

Tips Traveling Dengan Baby Usia 6-12m, Dengan MPASI Rumahan

Untuk pasangan yang mempunyai hobby traveling, dikaruniai buah hati insyaAllah tidak menghalangi hobby untuk tetap traveling.

Waktu baby masih <6bulan jauh lebih mudah sebetulnya, karena selama ibu ikut, baby aman dan nyaman. Bila ngek dikit, dan memang karena lapar, tinggal keluarkan apron andalan, maka bebas menyusui tanpa vulgar dan seperti mempunya ruang menyusui sendiri.

Nah, bagaimana bila kondisinya adalah bila baby sudah berusia >6m, namun belum berusia 12m sehingga belum mendapatkan asupan makanan keluarga yang sudah bergula-garam artificial ?

Dimana, MPASI yang direkomendasikan adalah makanan buatan sendiri (tidak instan) , agar kandungan gizi alami lebih ada, karena proses lebih minimal, dan dapat diserap tubuh bayi untuk pemenuhan nutrisinya.

Ini tips dan peralatan yang dipersiapkan:

Membawa Ulekan sambel dan saringan.

Bila bayi berusia 6-9m, anjuran adalah makanan lumat (ulek saring). Jadi alat yang pertama dipacking adalah ulekan sambel, dan saringan. Bila bayi 9-12m kan targetnya sudah makanan cincang, alat ini sudah tidak diperlukan.

Membawa slowcooker. Alat ini cukup efektif, karena hanya untuk asupan bayi, cukup bawa yang kecil saja (berukuran <1lt).

slowcookerMembawa termos yang kuat menjaga air panas. Ini untuk menyimpan kaldu panas.

Membawa panci kecil, pisau (masuk kedalam tas bagasi ya, tidak kabin bila menggunakan pesawat terbang) dan kompor listrik. Pilihan slow cooker dan kompor listrik adalah karena dalam kamar hotel, akan tersedia sambungan listrik yang dapat digunakan.

kompor listrik

kompor listrik

Bahan-bahan dapat dibawa sebagian dari rumah, dan dilengkapi sebagian di supermarket/pasar lokal yang ditemui.

Ok , karena asumsi traveling di lakukan di daerah berbeda seperti negara lain dan akan melakukan jalan-jalan seharian (asumsi keluar hotel jam 10.00, kembali ke hotel jam 21.00) caranya :

Malam sebelum tidur, masukan beras, daging cincang/ayam, bawang(bumbu), kentang, wortel dll (dapat bervariasi, membuat sop buntut sapi, sup ayam, dll) kedalam slow cooker. Masak sampai pagi. Pagi hari, dapat diritiskan dan diulek saring/dicincang dan ditempatkan kedalam tempat makan menjadi 2 atau3 tempat.

Masak kaldu, dan masukkan kedalam termos tahan panas. Nanti akan digunakan untuk asupan makan siang dan sore/malam, untuk mengguyur makanan yang sudah disiapkan diatas agar makanan terasa tetap hangat dan ada kuah hangat sehingga tidak terlalu kering dan keras. Anakpun tetap bernafsu makan karena tidak mengkonsumsi makanan dingin.

Untuk sarapan, dapat dimasakkan oatmeal yang dicampur dengan buah jambu/pisang/apel yang dicampur terakhir untuk menjaga kandungan gizi.

Untuk cemilan, sudah dibuat dirumah cookies homemade yang aman untuk anak berbagai rasa sebagai bekal.

Buah, dapat juga membawa buah potongan/yang termudah adalah pisang dan disuapkan kepada bayi.

Tidak lupa membawa air mineral untuk membilas peralatan makan (sendok), atau pada beberapa negara tertentu, air keran dapat digunakan langsung/dikonsumsi.

Membawa kereta bayi.

Penggunaan kereta bayi cukup membantu, terutama bila waktunya istirahat anak tiba. Agar anak dapat beristirahat cukup nyaman (meluruskan punggung dan kaki) dibanding bila hanya digendong oleh orang tua, sementara jalan-jalan dapat terus dijalankan oleh orang tua. Kereta bayi ini juga dapat membantu orangtua meletakkan tas ransel berisi keperluan anak, dan barang lainnya.

Dan, tentunya apron menyusui andalan jangan ketinggalan ya. Selain MPASI, anak usia 6-12m nutrisi masi dipenuhi dengan ASI – menyusui.

Yak, dengan persiapan yang ok, tidak repot, mudah, hobby orangtua tersalurkan, dan kebutuhan anakpun tetap terpenuhi.

Semoga bermanfaat.

Persiapan Traveling Bersama Si Kecil

Traveling adalah kegiatan yang sangat menyenangkan bagi yang menyukainya..ga harus traveling yang nun jauh-jauh dan mengexplore suatu daerah tertentu deh.. yang paling mudah adalah mudik.

Saat hari raya, tentunya ingin sekali berkumpul bersama keluarga besar. Dan apabila lokasi yang dituju jauh dari rumah, perjalananpun harus dilakukan.

Lalu muncullah suatu kekawatiran, mm.. sekarang sudah ada buah hati.. ada si kecil yang menemani di dunia, bagaimana ya persiapannya?. Pertanyaan ini pasti terbersit di benak. Yuk, bahas dikit-dikit ya ..

Cukup Istirahat

Melakukan suatu perjalanan apapun bagi buah hati intinya adalah tetap jaga untuk cukup beristirahat. Jadi sarannya sih tidak terlalu memaksakan dengan patokan jadwal dengan ukuran badan orang dewasa. Contoh yang mudah seperti ini, bila kita melakukan perjalanan dengan mobil (kendaraan pribadi).. 3jam saja badan sudah lumayan pegal-pegal karena harus berada pada posisi yang sama .. buah hati kita pun akan merasakan hal yang sama.. mungkin beberapa kali lebihnya, terutama balita yang terbiasa lincah kesana kemari. Saran, mulai beristirahatlah sejenak. Untuk melakukan peregangan dan biarkan buah hati mengeluarkan energinya berlari-lari sebagai contoh.

Setelah sampai di tempat tujuan, usahakan ada jeda beberapa hari agar sikecil dapat beristirahat penuh sebelum melakukan perjalanan panjang lagi. Karena istirahat saat melakukan perjalanan tidaklah sama dengan bila sedang berdiam disuatu tempat.

Cukup Asupan

Ini adalah hal yang utama menjaga kebugaran tubuh. Saat perjalanan, waktu makan biasanya tidak seteratur bila dirumah, dan yang paling sering karena kelelahan perjalanan, anak menjadi aga sulit makan. Hal ini dapat atasi dengan pemberian porsi makan kecil dan lebih sering kepada buah hati. Variasi makanan kecil yang dapat diberikan dengan bentuk yang beragam, namun tetap dengan gizi yang seimbang. Seperti buah potong, roti coklat, cupcake, wortel rebus, dan lain-lain. Untuk yang membawa bayi yang sudah MPASI dan belum makan makanan keluarga, bawalah kaldu panas yang ditaro dalam termos secukupnya. Untuk digunakan sebelum memberikan bayi makan. Ini akan melunakkan makanan yang dibawa, dan memberikan kehangatan pada makanan sehingga bayi lebih nyaman daripada memakan makanan dingin dan keras.

Halau Kebosanan

Buatlah permainan saat di perjalanan agar anak tidak bosan. Permainan sederhana seperti menghitung benda tertentu yang ditemukan, bercerita dengan apa yang dilihat, dan lain-lain. Hal ini berguna untuk mengalihkan perhatian anak akan kelelahan yang mungkin terjadi selama perjalanan.

Bantu Menyamankan Saat Naik Pesawat Terbang

Bila membawa bayi, bila akan naik pesawat terbang tidak perlu kuatir akan tekanan tinggi yang mengganggu telinga bayi, asalkan saat landing, take off dan bila ada turbulence saat didalam pesawat, susui bayi langsung. Ini akan membantu mengalirkan udara di kepala dan mengurangi tekanan yang terjadi. Selain itu, menyusu langsung ke Ibu juga menyamankan bayi dengan keluarnya hormon pada ibu dan bayi. Pilihlah kursi dengan nomor kecil, karena semakin dibelakang posisi duduk, turbulence yang dapat terjadi semakin besar dirasakan.

Hati-Hati

Saat perjalanan, keselamatan tentunya menjadi hal yang utama. Lebih baik tertunda beberapa jam diperjalanan daripada menggantungkan keselamatan. Karena, apalah arti perjalanan bila harus disertai dengan kesedihan karena terjadi hal yang tidak diinginkan karena kurang berhati-hati.

Happy traveling, sampai tujuan dengan selamat dan anak tetap sehat.

Semoga bermanfaat