Imunisasi Untuk Kekebalan Tubuh Si Kecil Optimal

Perlindungan anak optimal yang direkomendasikan adalah : ASI-menyusui exclusive sampai 6bulan, lalu ASI-menyusui dilanjutkan hingga anak usia 2thn dengan MPASI – makanan alami tidak instan, dan kelengkapan imunisasi.

Ini adalah rekomendasi terbaru dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) akan imunisasi yang sarannya dipenuhi untuk kekebalan tubuh si kecil

jadwal imunisasi IDAI 2014

Dan saat ini sudah tidak ada imunisasi wajib dan tidak wajib, namun semua direkomendasikan.

Bila nantinya anak tetap terkena penyakit yang sudah di imunisasi, memang masih dapat terjadi. Namun, bila anak tidak diimunisasi, bila terkena penyakit ini, anak akan mendapatkan gejala yang lebih berat bila dibandingkan bila tidak diimunisasi sebelumnya. Imunisasi sifatnya membantu tubuh mengenali kuman yang dapat menyebabkan penyakit tersebut, dan membuat tubuh anak membentuk antibody. Sehingga bila suatu hari anak terpapar kuman tersebut, anak lebih kuat, bahkan bisa sampai tidak menjadi penyakit dan mengeluarkan gejala yang berat yang ditimbulkan dari penyakit ini.

Bila anak ada tertinggal jadwal imunisasi, sebaiknya di kejar (catch up) dengan jadwal yang akan disesuaikan kemudian. Tidak ada kata terlambat untuk hal ini, juga tidak diperlukan pengulangan pemberian karena sistem imunisasi tubuh, maka tubuh tetap dapat mengenali rangsangan vaksin terdahulu. Imunisasi dapat dilanjutkan dengan vaksinasi yang belum diberikan dengan jarak sesuai yang dianjurkan.

Ada beberapa penyesuaian jadwal terutama untuk anak yang lahir premature dimana untuk imunisasi tertentu seperti vaksin polio, DPT, hepatitis B dan Hib yang sebaiknya diberikan sesudah bayi prematur berumur 2 bulan atau berat badan sudah > 2000 gram. Atau penyesuaian lain yang dapat didiskusikan dengan dokter anak Anda terkait dengan kondisi tubuh anak.

Imunisasi boleh tetap diberikan bila anak sedang sakit (batuk pilek ringan) misalnya, tanpa demam dan anak tidak rewel, karena tetap dapat efektif bekerja dan tidak membahayakan anak. Dan yang terpenting untuk segi keefisian biaya, imunisasi yang didapatkan di puskesmas ataupun yang didapatkan di RS dengan biaya lbh tinggi tidak berbeda akan segi kualitasnya dan tidak perlu diragukan keefektifannya.

Tujuan pemberian vaksin adalah menghasilkan kekebalan aktif terhadap suatu antigen. KIPI adalah gejala yang tidak diinginkan yang terjadi setelah imunisasi. KIPI dapat juga dikaitkan dengan efek samping imunisasi atau secara kebetulan disebabkan oleh sebab lain. Karena KIPI hanya terjadi dengan jumlah yang tidak banyak, dan kejadian yang tidak diinginkan jauh lebih besar bila tidak diimunisasi, maka imunisasi menjadi salah satu pelengkap terbaik yang direkomendasikan untuk kekebalan tubuh si kecil optimal.

Semoga Bermanfaat

Advertisements

Alergi Pada Anak

Rekomendasi menyusui, atau anak mendapat ASI sampai berusia 24bulan adalah salah 1 nya karena menyusui sampai 24bulan sangat mengoptimalkan daya tahan tubuh anak termasuk membuat anak lebih jarang terkena alergi. Dimana selain manfaat lain yang tentunya banyak sekali untuk keoptimalan daya tahan tubuh anak yang tidak hanya saat anak bayi-batita-balita, bahkan sampai anak dewasa dimana resiko ibu dan anak terkena penyakit gangguan metabolisme tubuh (contoh : diabetes, kolesterol tinggi, darah tinggi dan lain-lain) lebih minimal, sehingga apabila ditemui masalah dalam menyusui sebelum anak berusia 24bulan, menemui konselor/mengunjungi klinik laktasi adalah sangat disarankan untuk membantu ibu dapat menyusui anaknya – bayi mendapat ASI hingga berusia minimal 24 bulan.

Penyebab tersering dari alergi bila karena asupan adalah karena dairy product. Dimana ini dapat sebagai pemicu mulai dari ibu menyusui yang mengkonsumsi dairy product (produk susu sapi dan olahannya seperti susu uht, susu formula, keju, coklat dll) , hingga memang anak sendiri yang mengkonsumsinya.

Penyebab tersering lainnya yang berasal dari lingkungan, adalah debu, asap, dan penggunaan popok disposable.

Reaksi alergi sangat beragam dan tergantung tiap individu. Cukup sulit memang menentukannya karena keberagamannya ini. Namun bila reaksi alergi yang ditimbulkan tidak parah (bengkak seluruh tubuh, sesak nafas, kulit melepuh seluruh tubuh), dan anak tidak rewel , tidak perlu kuatir, karena daya tahan tubuh anak sedang beradaptasi.

Contoh gejala yang muncul adalah seperti diare, keluar rash, gatal, kulit kering, anak sering batuk-pilek, nafas bunyi grok grok, dll.

alergiCara termudah menanggulangi alergi adalah dengan menghindari penyebabnya. Contoh bila alergi debu : biasakan rumah bebas karpet, bantal-boneka berbulu, tirai yang jarang diganti, AC ruangan yang jarang dibersihkan (tidak sesuai rekomendasi minimal setiap 3-6bulan sekali) , termasuk rumah yang minim ventilasi atau sirkulasi udara, sehingga dapat sebagai sarang debu.

Coba matikan AC bila pagi hari, buka semua jendela, dan biarkan sinar matahari masuk, rumah menjadi tidak lembap, dan udara bertukar. Lalu bawa anak anda bermain diluar, menghirup udara segar, dan terkena sinar matahari. Hal ini cukup membantu terutama bila anak terdengar bernafas grok grok namun tidak menunjukkan gejala lain dan tidak rewel.

Untuk anak yang timbul gejala rash ringan di kulit terutama di lipatan kulit seperti paha, leher, coba bantu dengan sering mengelap dan mengganti bajunya agar tidak lembap yang memudahkan kuman bersarang. Bila muncul alergi pada penggunaan popok disposable, coba berganti merk, atau bahkan gantilah dengan popok berbahan katun dan gantilah paling lama setiap 4jam walaupun tidak ada kotoran karena masih ada kemungkinan sudah kotor/lembap dari keringat anak yang menempel di popok.

Bila keluhan memberat dan menggunakan baby cream yang ada dipasaran tidak membaik, saran anak segera diperiksakan.

Semoga Bermanfaat

Kesehatan Si Kecil Optimal Saat Musim Pancaroba

Musim pancaroba datang.. walau sekarang musim sudah tidak jelas ya. Pagi panas, sore hujan..trus panas lagi. Hmm, perubahan cuaca yang tiba-tiba dan suhu yang naik turun ini seringkali membuat tubuh harus bekerja keras untuk beradaptasi. Dan bila kondisi tubuh kurang ok, jadi mudah sakit.

Bagaimana ya menjaga tubuh si kecil agar daya tahan tubuh optimal?

Daya tahan tubuh optimal sangat ditunjang dengan asupan dan nutrisi dan optimal. Ini adalah rekomendasi dasar yang direkomendasikan untuk si kecil yang masih berusia <24bulan. Bekali tubuhnya dengan ASI (menyusui) saja sampai anak usia 6bulan dan lanjutkan menyusui sampai 24bulan, ditambah MPASI (makanan rumahan tidak instan) setelah anak usia 6bulan , dan imunisasi sesuai rekomendasi IDAI.

Sudah terpenuhi hal ini, biasanya yang sering dikeluhkan oleh orang tua adalah bila anak sulit makan. Apa yang harus dilakukan ? sudah pernah dibahas di sini , dan sekadar untuk menambahkan saja terutama bila musim pancaroba datang, extra vitamin dan mineral mungkin diperlukan tubuh. Namun, yang direkomendasikan disini adalah tetap yang didapatkan dari asupan alami bukan suplemen. Contoh : extra buah segar, sayur, dan asupan beragam. (Asupan beragam dikarenakan untuk memenuhi kebutuhan tubuh, bila di hari sebelumnya belum terpenuhi). Tetap berikan dengan porsi kecil namun sering, bila anak mulai sulit makan dan coba seragamkan waktu anak dan waktu orangtua makan di meja makan pada beberapa periode, agar anak lebih tergoda untuk makan karena melihat aktifitas bersama yang dilakukan. Tidak lupa, asupan cairan.

Bila anak tidak suka sayur, buah dan tidak suka minum.. hal ini dapat diatasi dengan membuatkan jus (buah-sayur). Atau cocktail dengan buah potong, atau puding buah.

Bila anak mulai sakit , contoh demam .. petunjuk tata laksana ini dapat dilakukan.

Seringlah mencuci tangan, baik yang dewasa maupun anak. Karena pencegahan kuman dengan sering mencuci tangan sangat efektif untuk mencegah tubuh tertular penyakit. Usahakan mencuci tangan di bawah menggunakan sabun dan dibilas dibawah air mengalir.

Lakukan cuci tangan terutama saat sebelum makan (ortu-anak), sesudah makan, setelah 3-4jam anak bermain, setelah membersihkan anak sehabis buang air (ortu), dan sebelum anak tidur.

Hal mudah yang dapat dilakukan juga adalah , matikan AC bila pagi menjelang. Buka jendela, dan jaga agar ventilasi udara dapat bertukar dengan baik. Bila pagi hari matahari bersinar cerah, ajak anak bermain ke lapangan atau ke taman agar dapat optimal beraktifitas fisik dengan udara yang segar.

Nutrisi oke, kebersihan terjaga, fisik optimal.. musim pancaroba bukanlah hal yang perlu dikawatirkan karena daya tahan tubuh anak optimal

Semoga Bermanfaat

Asupan Yes dan No Saat Hamil

Kehamilan adalah anugerah terindah pasangan, yang menantikan kehadiran buah hatinya. Saat hamil, kondisi wanita harus dijaga penuh kesehatannya untuk menunjang kesehatan janin yang dikandungnya hingga selesai masa bersalin.

Diet (aturan asupan) ibu hamil ditujukan untuk , perkembangan dan pertumbuhan janin optimal, ibu dan bayi sampai jelang persalinan nanti, luka ibu cepat sembuh saat pasca persalinan nanti, termasuk cadangan makanan optimal untuk masa menyusui . Ibu hamil diekomendasikan mengasup sekitar 2500kalori/hari dengan penambahan BB standard selama masa kehamilan adalah 10-12kg, dengan modifikasi tertentu pada ibu dengan berat badan berlebih sebelumnya. Diantara mineral lain yang dibutuhkan ibu, asupan ini harus mengandung kecukupan Protein (kacang-kacangan, ikan, daging, ayam), Kalsium (susu, yoghurt), zat besi  dan Asam folat.

Untuk itu, asupan ibu saat hamil perlu dijaga untuk menunjang hal ini. Ada beberapa jenis makanan terutama makanan mentah yang sebaiknya dihindari. Makanan mentah dan kurang matang beresiko kepada kehamilan dan kesehatan janin

Hindari daging yang kurang matang. Kuman tertentu seperti toxoplasmosis yang sering terdapat pada daging yang kurang matang, dapat menyebabkan cacat pada janin hingga keguguran. Sehingga disarankan ibu mengkonsumsi makanan matang.

Hindari juga telur yang tidak matang (telur setengah matang) karena dikuatirkan masih mengandung kuman salmonella yang dapat membahayakan janin di kandungan.

Bagaimana dengan buah/sayur mentah? Bila ibu ingin mengkonsumsi salad yang terdiri dari contoh : sayur mentah seperti selada, atau buah potong, lebih baik dengan menyiapkannya sendiri karena sudah yakin dibersihkan dengan seksama.

Hindari mengkonsumsi susu segar yang tidak dipasteurisasi sebelumnya. Baik susu sapi maupun susu kambing, sebaiknya dipasteurisasi terlebih dahulu. Cara pasteurisasi sederhana di rumah sudah cukup baik untuk membunuh kuman yang tidak baik yang dapat membahayakan janin.

Selain makanan mentah, ada baiknya ibu hamil juga menghindari asupan seperti :

Hindari asupan makanan laut dengan resiko kadar mercury berlebih seperti kerang.

Hindari asupan yang mengandung alcohol dan kafein karena dapat mengakibatkan resiko bayi dengan berat badan lahir rendah, dan perkembangan janin optimal.

Tidak lupa ibu hamil disarankan mengkonsumsi minum cukup seperti 6-8 gelas /hari. Hal ini dapat membantu pengeluaran racun melalui keringat, usus dan ginjal.

Semoga Bermanfaat

Tips Traveling Dengan Baby Usia 6-12m, Dengan MPASI Rumahan

Untuk pasangan yang mempunyai hobby traveling, dikaruniai buah hati insyaAllah tidak menghalangi hobby untuk tetap traveling.

Waktu baby masih <6bulan jauh lebih mudah sebetulnya, karena selama ibu ikut, baby aman dan nyaman. Bila ngek dikit, dan memang karena lapar, tinggal keluarkan apron andalan, maka bebas menyusui tanpa vulgar dan seperti mempunya ruang menyusui sendiri.

Nah, bagaimana bila kondisinya adalah bila baby sudah berusia >6m, namun belum berusia 12m sehingga belum mendapatkan asupan makanan keluarga yang sudah bergula-garam artificial ?

Dimana, MPASI yang direkomendasikan adalah makanan buatan sendiri (tidak instan) , agar kandungan gizi alami lebih ada, karena proses lebih minimal, dan dapat diserap tubuh bayi untuk pemenuhan nutrisinya.

Ini tips dan peralatan yang dipersiapkan:

Membawa Ulekan sambel dan saringan.

Bila bayi berusia 6-9m, anjuran adalah makanan lumat (ulek saring). Jadi alat yang pertama dipacking adalah ulekan sambel, dan saringan. Bila bayi 9-12m kan targetnya sudah makanan cincang, alat ini sudah tidak diperlukan.

Membawa slowcooker. Alat ini cukup efektif, karena hanya untuk asupan bayi, cukup bawa yang kecil saja (berukuran <1lt).

slowcookerMembawa termos yang kuat menjaga air panas. Ini untuk menyimpan kaldu panas.

Membawa panci kecil, pisau (masuk kedalam tas bagasi ya, tidak kabin bila menggunakan pesawat terbang) dan kompor listrik. Pilihan slow cooker dan kompor listrik adalah karena dalam kamar hotel, akan tersedia sambungan listrik yang dapat digunakan.

kompor listrik

kompor listrik

Bahan-bahan dapat dibawa sebagian dari rumah, dan dilengkapi sebagian di supermarket/pasar lokal yang ditemui.

Ok , karena asumsi traveling di lakukan di daerah berbeda seperti negara lain dan akan melakukan jalan-jalan seharian (asumsi keluar hotel jam 10.00, kembali ke hotel jam 21.00) caranya :

Malam sebelum tidur, masukan beras, daging cincang/ayam, bawang(bumbu), kentang, wortel dll (dapat bervariasi, membuat sop buntut sapi, sup ayam, dll) kedalam slow cooker. Masak sampai pagi. Pagi hari, dapat diritiskan dan diulek saring/dicincang dan ditempatkan kedalam tempat makan menjadi 2 atau3 tempat.

Masak kaldu, dan masukkan kedalam termos tahan panas. Nanti akan digunakan untuk asupan makan siang dan sore/malam, untuk mengguyur makanan yang sudah disiapkan diatas agar makanan terasa tetap hangat dan ada kuah hangat sehingga tidak terlalu kering dan keras. Anakpun tetap bernafsu makan karena tidak mengkonsumsi makanan dingin.

Untuk sarapan, dapat dimasakkan oatmeal yang dicampur dengan buah jambu/pisang/apel yang dicampur terakhir untuk menjaga kandungan gizi.

Untuk cemilan, sudah dibuat dirumah cookies homemade yang aman untuk anak berbagai rasa sebagai bekal.

Buah, dapat juga membawa buah potongan/yang termudah adalah pisang dan disuapkan kepada bayi.

Tidak lupa membawa air mineral untuk membilas peralatan makan (sendok), atau pada beberapa negara tertentu, air keran dapat digunakan langsung/dikonsumsi.

Membawa kereta bayi.

Penggunaan kereta bayi cukup membantu, terutama bila waktunya istirahat anak tiba. Agar anak dapat beristirahat cukup nyaman (meluruskan punggung dan kaki) dibanding bila hanya digendong oleh orang tua, sementara jalan-jalan dapat terus dijalankan oleh orang tua. Kereta bayi ini juga dapat membantu orangtua meletakkan tas ransel berisi keperluan anak, dan barang lainnya.

Dan, tentunya apron menyusui andalan jangan ketinggalan ya. Selain MPASI, anak usia 6-12m nutrisi masi dipenuhi dengan ASI – menyusui.

Yak, dengan persiapan yang ok, tidak repot, mudah, hobby orangtua tersalurkan, dan kebutuhan anakpun tetap terpenuhi.

Semoga bermanfaat.

Menyusui Saat Hamil/Nursing While Pregnant(NWP)

Masa menyusui exclusive 6 bulan sudah berlalu, sudah berhasil melalui syarat KB alami yaitu : belum haid dan tidak hamil dan menyusui exclusive dan bayi belum berusia 6bulan.

Setelah bayi berusia 6 bulan, sudah tidak menyusui exclusive karena sudah mendapatkan MPASI, KB alami sudah tidak berlaku lagi. Walaupun ibu belum haid, namun kemungkinan untuk masuk dalam kondisi subur sudah ada, dalam artian, ibu dapat menjadi hamil. Pada masa ini, KB sangat disarankan untuk digunakan bagi pasangan yang masih ingin menunda kehamilan.

Bila belum sempat KB namun kehamilan sudah terjadi saat anak masih dalam masa menyusui (<2tahun) apakah yang harus dilakukan?

Menyusui saat hamil atau nursing while pregnant adalah tetap dianjurkan*. Karena manfaat yang baik bagi ibu, dan juga tentunya bagi buah hati yang masih membutuhkannya untuk pemenuhan gizi. Namun, hal ini ada *syaratnya, yaitu apabila tidak mengganggu kesehatan ibu dan janin yang dikandungnya.

Kesehatan ibu :

Bila dengan menyusui, dimana ada peranan hormon oksitosin (hormon pengaliran ASI) , namun hormon ini dapat menyebabkan kontraksi rahim , dan bila berlangsung terus menerus sampai membahayakan janin , sebaiknya menyusui tidak dilanjutkan.

Karena menyusui, lalu ibu mengeluhkan vlek tidak berhenti sebagai hasil dari rahim yang berkontraksi, dapat menjadi salah satu tanda terancamnya kehamilan, sebaiknya menyusui tidak dilanjutkan lagi.

Bila dengan menyusui, ibu merasakan mual diluar rasa mual karena kehamilan yang biasa dialami ibu hamil, dan mengganggu kesehatan ibu terutama bila sampai mengganggu asupan ibu, sebaiknya menyusui tidak dilanjutkan.

Akan tercipta suatu keadaan dimana payudara ibu terasa lebih sensitif dan mungkin ibu merasakan hal yang kurang nyaman seperti ngilu bila menyusui adalah normal, namun bila keluhan sangat mengganggu, sebaiknya menyusui tidak dilanjutkan lagi.

Kesehatan janin:

Saat kontrol kehamilan, ditemukan tanda-tanda yang mengganggu kesehatan janin, sebaiknya menyusui tidak dilanjutkan lagi.

Hal ini termasuk dalam kehamilan terancam seperti yang sudah disebutkan diatas.

Saat hamil, karena hormon kehamilan berperan, pada beberapa individu akan menemui bahwa produksi ASI yang semakin menurun. Bila memang tidak ada hal yang menyebabkan ini diluar kehamilan seperti adanya gangguan perlekatan karena kelainan anatomis (lip tie dan tongue tie) atau karena bayi bingung puting yang dikarenakan riwayat pemakaian dot/kempeng sebelumnya, hal ini adalah normal dan tidak perlu dikuatirkan. Karena ASI tetap dapat mencukupi bayi selama bayi menyusui langsung. Coba pantau BB bayi, dan jaga asupan nutrisinya dengan MPASI.

Pada beberapa individu ditemukan bayi mulai menyapih sendiri, karena adanya perubahan rasa pada ASI yang terjadi saat hamil. Hal ini sangat jarang terjadi, namun pernah dilaporkan terjadi.

Bila tidak terjadi keluhan apapun bagi ibu dan janin, menyusui dapat dilanjutkan sampai bayi yang didalam kandungan lahir. Dan melakukan menyusui bersama/tandem nursing. Dahulukan menyusui si kecil terlebih dahulu baru bayi yang lebih besar karena pemenuhan nutrisi si kakak tentu sudah tidak sepenuhnya dari ASI tidak seperti si kecil.

Bagaimana dengan nutrisinya?

Nutrisi yang terkandung dalam ASI ibu adalah mengikuti usia si kecil. Namun tetap boleh diasup oleh si kakak dan tidak membahayakan, karena kandungan gizi yang terkandung masih jauh lebih baik apabila dibandingkan si kakak mendapatkan asupan cair (susu) yang berasal dari mamalia lain.

Sangat disarankan memperhatikan asupan extra dan bantuan dalam keluarga agar ibu tidak kelelahan terutama bagi ibu hamil yang masih menyusui anaknya.

Semoga bermanfaat

Anakku Demam, Harus Bagaimana?

Anak sakit itu membuat patah hati semua orang tua pasti, namun agar tidak kuatir, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk menghadapi ini.

Demam atau peninggian suhu tubuh adalah salah satu mekanisme tubuh melawan atau mempertahankan diri bila terinfeksi sesuatu (kuman). Tubuh akan merespon dengan cara : tinggikan suhu tubuh, dengan harapan, kuman akan mati karena ini. Jadi sebetulnya karena ini adalah proses pertahanan tubuh, hal ini dapat dibiarkan dalam batasan tertentu.

Batasannya apa?

Ok, satu persatu.

Bila anak masih bayi dalam artian <6bulan, masih menyusui exclusive. Lebih mudah mengatasinya. Cukup lakukan skin to skin (bayi-ibu, bayi-ayah) bila sanggup 24jam tidak masalah. Dan susui lebih sering. Bahkan, karena skin to skin ini, keinginan menyusu anak akan lebih sering, sehingga anak terehidrasi dengan baik, mungkin BAK jauh lebih banyak, sehingga suhu tubuh akan bantu lebih cepat stabil. Dan efek menyusu langsung yang memberikan sel ASI hidup adalah antibody dan anti kuman yang sangat efektif. Selain itu, skin to skin juga bermanfaat lebih cepat menstabilkan suhu tubuh karena suhu tubuh ibu-ayah dapat menstabilkan suhu tubuh bayi yang lebih tinggi maupun lebih rendah. Skin to skin ini juga menyamankan anak karena anak yang mencari kenyamanan dan perlindungan kepada orang yang membuatnya nyaman.

Bila anak>6bulan , dalam artian sudah tidak ASIX, sudah dapat MPASI. Bila masih <24m. Susui lebih sering dapat kembali dilakukan, bahkan dianjurkan karena biasanya anak mulai sulit makan, dan hanya ingin minum yang dirasa lebih mudah dilakukan dan memenuhi kebutuhannya untuk mengatasi rasa lapar. Skin to skin boleh dilakukan. Karena sudah dapat MPASI, boleh berikan minum semaunya anak selain menyusu langsung. Kembali hal ini dapat membantu anak terehidrasi, dan suhu tubuh dapat kembali normal.

Bila anak >24m sudah tidak menyusu lagi, berikan asupan cairan lebih banyak. Air putih, jus buah, soup, kuah sayur dll.

Batasan temperatur:

Biasakan mempunyai pengukur suhu dirumah bila mempunyai anak kecil, karena pengukuran dengan punggung lengan orang dewasa adalah kurang optimal. Pengukur suhu ini adalah mudah didapat dimana-mana dengan harga yang relatif terjangkau. Yang paling mudah adalah pengukur yang diletakkan di ketiak.

Suhu tubuh normal adalah 36,5C – 37,5C. Diluar batasan ini yang baru disebut tdk normal.

Bila suhu anak meningkat 37,5-38C : skin to skin, extra cairan sudah cukup

Bila suhu anak meningkat  38-38,5:

skin to skin, extra cairan + kompres air biasa (bukan air es) sudah membantu

Bila suhu anak meningkat  38,5-39C : skin to skin, extra cairan + kompres hangat + berikan penurun panas seperti paracetamol dengan dosis 10-15mg/kgBB.

Contoh :

bayi gunakan drop. BB 5kg, berikan paracetamol drop 5ml.

anak gunakan syrup. BB12kg, berikan paracetamol (dengan petunjuk : 120mg/5ml seperti merk panadol/sanmol) sebanyak 5ml atau 1 sendok obat penuh.

Ada juga paracetamol dengan ukuran dosis 160mg/5ml seperti tempra, ini dapat digunakan untuk anak BB 16kg, berikan 1 sendok obat penuh/5ml.

Obat ini dapat diulang 3-4x/24jam. Dalam artian dapat diberikan setiap 6-8jam sekali bila demam tidak membaik.

Bila suhu anak meningkat hingga 39C dan lebih:

skin to skin, extra cairan + kompres hangat + berikan penurun panas seperti paracetamol dengan dosis 10-15mg/kgBB + sudah 1 jam tidak ada perbaikan, berikan penurun panas yang berbentuk peluru (contoh : proris supp 125mg/peluru) yang dimasukkan kedalam anus anak.

Dosisnya : bila BB anak 10kg dapat dimasukkan 1 buah , 5kg, separuhnya dst. Dan Segera bawa anak ke RS untuk observasi demamnya. Karena demam setinggi ini dapat menyebabkan kejang pada anak dan membutuhkan penanganan lebih optimal di fasilitas kesehatan. Jadi hal ini untuk menjaga agar anak tidak sampai kejang karena peninggian suhu tubuh.

Sebagian besar hal ini disebabkan oleh virus, dimana 5-7 hari akan sembuh sendiri karena dilawan oleh daya tahan tubuh anak. Namun bila demam tidak juga membaik optimal dalam artian masih naik-turun terus, lalu disertai gejala lain (diare, anak sulit makan/minum, anak rewel, batuk-pilek berat, anak lemas dan lesu) segera periksakan, terutama bila sudah 3-5hari berlangsung.

Last but not least, segera ganti baju anak yang basah karena berkeringat saat suhu tubuh mulai turun. Usahakan ventilasi ruangan baik, jangan sampai tertutup rapat. Contoh : anak tidak diselimutkan terkekap, dan membuat udara panas dari suhu badan anak tidak terperangkap dalam selimut, sesekali kibaskan selimut agar ada kesempatan udara dingin menstabilkan udara panas anak.

Demam akan datang pada hamper seluruh anak didunia, namun dengan penanganan awal yang baik, hal ini tidak perlu dikuatirkan.

Semoga bermanfaat